Andillah

Bekerja adalah sesuatu yang mengisi lembar kehidupan tiap manusia. Bekerja untuk diri sendiri, keluarga atau pun bekerja untuk banyak orang. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup; sandang, pangan, papan, bekerja menjalankan fungsi social sebagai manusia, dan bekerja membumikn asma pencipta ke hadapan makhluk. Bekerja , sebagai bukti eksistensi manusia di muka bumi.
Bagi sebgaian orang bekerja tidak hanya sebagai rutinitas harian yang harus dijalani, namun ia juga sebagai salah satu wujud pengabdian. Sehingga tak jarang ada orang yang begitu all out, memforsir diri untuk menyelesaikan kerja-kerjanya dengan baik melebihi orang-orang yang ada di sekelilingnya atau melebihi rekan-rekan kerjanya.
Namun tak dapat jua dipungkiri bahwa orang-orang tersebut selalu butuh orang lain dalam bekerja. Barangkali apa yang dihasilakannya akan lebi baik dari itu jika ada yang membantu, setidaknya membantu menyenangkan hatinya, memberikan senyuman, dan memberikan gairah dengan sikap dan kata-kata. Tapi mungkin karena keengganan jua untuk mengutarakan semua, maka kerja-kerja itu dipikulnya sendiri dengan kekuatan diri yang terbatas, padahal kita tahu kerja-kerja itu sebenarnya juga adalah bagian dari kerja kita.
Orang-orang belum lagi berbuat ketika sebuah kerja teronggok di depan mata. Semuanya bingung harus apa dengan pekerjaan tersebut. Pekerjaan merancang sebuah iklan tebaru pesanan sebuah perusahaan elektronik. Iklan itu tak biasanya, beda dari yang sudah-sudah, membutuhkn detail-detail rumit yang menjela-jela.
Semuanya diam, semuanya terpaku dalam kebingungannya masing-masing. Akhirnya tugas itu dicicil sendiri oleh seseorang yang merasa bertanggung jawab besar erhadap tugas itu. Sebab sebagai pegawai baru itu adalah tuntutan hidup matinya dalam bekerja. Dirancanglah desain untuk iklan tersbut diukur, digaris, digambar, divisualisasikan, dicoba, diuji namun hasilnya belum lagi cukup dikatakan memuaskan, sementara deadline sudah diambang pintu. Yang lain membiarkan satu orang bekerja dengan alasan tak bisa melakukan apa-apa. Padahal jika mau mencoba pasti kerumitan itu dapat dipecah.
Kawan, mungkin tanpa bantuan kita orang lain bisa bekerja, menyelesaikan semua yang diperlukan. Tapi apalah jadinya kita, yang tak melibatkan diri sama sekali di dalam wilayah yang harusnya kita ada disana. Mungkin ada kerja-kerja besar yang tak berwujud seperti itu tadi lantaran kita membiarkan satu orang untuk menanggulinya. Padahal tahukah kita Henrry Ford, industriawan pelopor otomotif itu pernah mengatakan “tak ada yang benar-benar susah kalau kita membaginya ke dalam tugas-tugas kecil”
Kawan bayangkan jika kerja-kerja itu adalah kerja untuk kemaslahatan bumi dan isinya. Apa jadinya jika kita tak mempunyai andil di dalamnya. Jika kerja orang berhasil kita jadi penikmat saja dan turut mendapat nama di dalamnya atau jika gagal kita adalah orang yang berucap “itulah sudah kubilang tak bisa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s