Jangan Berlebihan

Sebuah sikap dapat diterima dengan baik, sennag hati menerimanya jika sikap itu tak berlebih-lebihan. Sang pecinta yang berlebihan membuatnya jadi serba over protective kepada yang dicintainya, orang tua yang berlebihan care terhadap anaknya tidak memberi kesempatan pada anaknya untuk mengasah motorik kasarnya dengan tidak membiarkanya main tanah, berlari, melompat-lompat “jangan nanti jatuh, lecet, luka, nanti capek”.

Segala yang berlebihan dikatakan memang tidak baik. Dia dapat merusak aspek-aspek yang dijaga dan dipelihara. Meruntuh tatanan keharmonisan hidup, juga memecah kemampuan untuk berkembvang bagi seseorang. Di dunia yang serumit ini sering kali terjadi hal anaeh; sikap berlebihan adalah suatu kewajiban untuk mengikuti trend zaman. Berlebihan nampaknya prestasi yang harus diapresiasi dan harus dibenarkan oleh semua orang, tanpa tahu tujuan untuk apa semua hal yang berlebihan dilakukan.

Karena sikap yang berlebihan juga seorang siswa terrenggut nyawanya dari badan. Teman-teman satu kelasnya membuat makar –ngerjainnya yang akan berulang tahun esok hari- makanya mereka sengaja menuduh sang teman telah mencuru HP milik teman sekelasnya, biar dramatis seprti lakonan di sinetron-sinetron yang jauh dari kata mendidik. Sang tertuduh sampai bersumpah-sumpah karena dia tidak melakukan hal tersebutr, dia terpukul.

Sang tertuduh pulang ke rumah dihantui oleh perasaan tak nyaman, dituduh melakukan hal-hal yang tidak dilakukannya. “Memang sejelek itukah saya di mata kawan-kawan” perasaan itu terus menghantui hingga terus jadi buah pikiran. Hingga sang tertuduh harus dilarikan ke rumah sakit gara-gar pikirannnya. Sang tertuduh yang mempunyai riwayat penyakit di sekitar otak, tak bisa kalau banyak pikiran. Otaknya tak kuat menanggung beban, hingga kindisinya drop dan akhirnya tak bisa bertahan.

Lalu apa yang direncanakan teman-teman untuk membuat sebuah perayaan esok harinya tak akan pernah terwujud. Sang kawan tak akan pernah datang untuk melihat dan merasakan kejutan yang diperuntukan. Sang teman tak akan pernah datang, dia telah pergi dengan perasaan tertekan sebagai tertuduh. Adakah kemudian yang bisa menjelaskan?

Kawan, tujuan yang awalnya baik, tapi skenario yang direncanakan secara berlebihan sampai ada acara tuduh menuduh yang tak ada manfaatnya itu jadi berujung kepahitan. Tentunya untuk sebuah kejutan, kita bisa memberikannya tanpa harus terebih dahulu menyakiti hati orang yang akan kita bahagiakan. Maka bertindaklah wajar, jangan berlebihan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s