Kenapa mengambil yang bukan hak milik

Apa yang menjadi hak kita itulah milik kita; apakah hak memilki itu timbul karena hasil usaha, warisan keluarga, atau hibah yang diperuntukan oleh orang lain untuk kita. Semuanya ada dasar yang jelas atas kepemilikan tersebut, yang karenanya kita bisa berargumen kuat untuk mempertahankannya jika suatu waktu kepemilikan itu terusik dan atas dasar itu juga kelak kita bisa mempertanggung jawabkannya.
Kepemilikan itu sendiri tidak saja terhadap hal-hal yang berwujud seperti harta benda, akan tetapi untuk beberapa waktu tertentu jabatan juga termasuk di dalamnya. Bedanya harta benda bisa didapat karena warisan keluarga atau hibah sedangkan jabatan secara professional hanya bisa diperoleh karena hasil usaha, kerja keras, serta kesungguhan dalam dedikasi.
Namun sering kali banyak kepemillikan yang bukan didasari atas hak-hak tadi melainkan karena keinginan untuk memilki semata, bisa jadi dengan cara yang tidak benar; menipu, menjarah misalnya, dsb. Dalam beberapa kasus seperti ketika terjadinya bencana, ditemukan bagaimana orang yang mati rasa mengambil harta benda orang lain dengan anggapan orang yang puya sudah tidak lagi ada, atau tidak lagi membutuhkannya. Sering kali ada pembenaran seolah olah harta benda yang ditinggakan pemiliknya itu adalah harta tak bertuan, yang siapa saja berhak memilkinya. Padahal bisa jadi masih ada ahlli waris atau hanya ditinggalkan untuk sementara karena terdesak tak bisa membereskannya dengan segera. Apapun, sebenarnya yang jelas bukan milik kita lalu kenapa harus mengambilnya, kenapa harus mengambil yang bukan hak milik?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s