Selamat Jalan Ukhtiy

Penyakitnya tak pernah ia keluhkan. Hampir tiga tahun bersama tak satupun pertanda yang ia perlihatkan bahwa ia menderita sakit separah itu. Yang kami tahu hanya ia memang mengkonsumsi rutin obat-obat herbal biasa yang dipesannya dari sebuah MLM.
Hari-hari bersamanya adalah hari-hari kami melihatnya dengan seabreg kegiatan, aktivitas dakwah. Ghirahnya membakar segala yang ia rasa. Entah dia tak merasakan sakit atau tak memedulikan rasa itu, yang jelas kami tak pernah tahu. Kerja-kerjanya rapi, tak ada jeda untuk tidak hadir dalam acara-acara, bahkan dalam acara-acara rihlah biasa yang dilakukan. Pun tugas-tugas lainnya yang selalu ia tunaikan.
Kami tak pernah tahu sampai akhirnya pada saat itu waktu beliau Kuliah Kerja Nyata di salah satu daerah pesisir Sumatera Barat. Penyakit itu mengungkai simpul-simpul kekuatan fisinya untuk bertahan. Ia lalu minta izin untuk meninggalkan lokasi KKN, pulang ke Padang untuk berobat.
# #
Kuketuk pintu tak ada suara yang menjawab, meski banyak orang di wisma pada saat itu tapi barang kali masing-masing sibuk di dapur atau di kamar belakang. Sampai sebuah wajah membukakan pintu, wajah pucat pasi yang masih berusaha untuk tersenyum “eh unoi, masuk uni”. Melihat keadaanya yang tertatih untuk menopang tubuh untuk berjalan aku jadi merasa bersalah, harusnya aku masuk saja tadi meski tak ada yang membuka pintu –sebab pada siang hari pintu memang tak pernah dikunci-. Aku menanyakan keadaanya dan masih sempat bercerita-cerita sambil tersenyum, dan ketika tersenyum itu dia harus memegang perutnya karena menahan sakit.
Karena sakit yang makin yang makin bertambah dan tak kunjung sembuh maka diapun pulang ke daerah asalnya di Batam. Dua orang adik mengantarnya ke bandara Internasional Minang Kabau (BIM). Lemah terasa segala persendian ketika mendengar cerita waktu dia berangkat, sambil kedua tangannya dibimbing menyusuri ruang tunggu bandara, hingga akhirnya membiarkannya berlalu sendiri menuju pintu keberangkatan. Kami terpaksa melepasnya pulang sendiri karena keterbatasan kami. Kabarnya terus kami pantau dari senior kami yang satu domisili dengan beliau. Tak ada kabar yang mengatakan keadaanya telah membaik, malah bertambah parah. Hingga telah berobat jalan ke negara tetanggapun. “Ayu sulit bernafas, doakan Ayu ya” begitu bunyi salah satu pesan singkat yang dikirimnya saat itu, sekaligus ungkapan rindu.
Senja itu aku berencana menginap di wisma, sebelum memasuki pintu wisma aku melihat sepasang sandal tergeletak di luar. Sandal itu membawa ingatan pada saat itu kepadanya “sandal Ayu”. Ada rasa rindu , ada perasaan yang tak kumengerti menyeruak di dinding jiwa, akupun tak bisa mengungkapkan seperti apa persisnya perasaan itu. Tak lama berselang, senja itu juga terdengarlah kabar duka beliau telah pergi menuju Rabb yang maha tinggi “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” tak kuasa kami menahan tangis akan kepegiannya, saudari yang sangat kami harapkan dapat kami lihat kembali disini, berkumpul bersama kami lagi.
Gerimis-gerimis kecil merintik usai maghrib, saat-saat doa kami terlantun untuknya di mesjid kampus. Takzim, semua tertunduk dalam kekhusyu’an munajat agar beliau diterima disisi Allah, diberikan tempat yang mulia, tempat yang dijanjikan bagi penegak dien Nya. Kami pun pasti akan menyusulmu di sana. Selamat jalan ukhtiy, selamat jalan saudariku, selamat jalan adikku, Hasterika Ayu.
Kawan kematian telah mengakhiri perjuangan hidup orang-orang itu di bumi. Namun satu hal yang pasti kenangan tentang mereka abadi. Kenangan akan kebaikan-kebaikan yang mereka torehkan semasa hidup, kenangan perjuangan dan bakti. Kenangan yang akankah sama dengan kenangan yang akan diingati orang tentang kita ketika mati. Allahumma ya Allah matikanlah kami dalam keadaan Husnul Khatimah

Moro, Maret 11 2011
Saat aku terkenang kembali detik-detik itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s