Apa Kabar Mereka Sekarang

Seluruh Gaza porak poranda. Bom-bom eksplosif dijatuhkan dari udara meruntuh segala infra struktur yang belum lagi kembali tertata oleh carut marut serangan yang sudah-sudah. Hujan asam membasuh paru, merembes menyisa bintik-bintik kecil yang sebentar saja akan membuat rongganya terbelah-belah. Debu-debu, kumparan asap mesiu merenggut setiap udara bersih sebelum sempat sampai ke penghirupnya. Seujung kuku neraka telah tercampak ke dunia.
Setelah itu emua yang ada hanya geming hening. Rintih perih yang menyemayami jiwa dan raga mereka memburam kelam hingga tak terekam lagi oleh lensa awas kamera. Entah bagaimana nasib mereka sekarang. Apa sedang menata kembali hidup mereka yang berserak-serak atau masih lagi kembali diluluh lantakkan .
Ah, bagaimanakah kabar disana sekarang? Berpuluh-puluh negara dunia alpa mengabarkan. Tak terdengar mereka membicarakan masa depan negeri terjajah itu, seolah itu adalah arena perang yang layak disahkan, yang apapun terjadi disana tak berarti apa-apa meski mereka tahu itu semua adalah penjajahan yang sudah sangat keterlaluan kejamnya.
Organisasi polisi dunia penjaga perdamaian senyap dalam kebisuan. Tak ada pembahasan apalagi bantuan. Standar ganda membuat sesuatu yang memilukan menjadi sebuah pemakluman. Tak ada yang mengatakan itu penjajahan dan kejahatan perang, itu adalah suatu kewajaran. Jika hari ini bisa pesawat-pesawat tempur milik tiga negara dunia; Inggris, Prancis, Amerika mengitari langit Tripoli dan menyerangnya dari udara dengan dalih pemerintah negeri itu sangat menekan, kenapa di saat yang nyata-nyata sebuah kejahatan, tak bisa mereka melakukan hal yang serupa.
Ah bagaimanakah kabar mereka sekarang? Dengan rasa kebersamaan akan saudara-saudara seiman dulu ramai orang tumpah ruah ke jalan, seminar, publitasi, penggalangan dana, seruan pemboikotan bergulir terus berjalan. Setelah kabar mereka berhenti terdengar karena tak adalagi serangan besar-besaran atau karena kalah oleh berita yang lebih menghebohkan, apakah masih tersisa sebuah ingatan? Ingatan untuk mendoakan saudara-saudara seiman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s