Mencari Keadilan

Sebagai seseorang yang awam hukum banyak peraturan-peraturan, seluk-beluk perkara hukum yang tak saya ketahui, apakah itu hukum pidana, perdata atau apapun namanya. Namun seperti juga saya , tentunya masih banyak orang-orang lain lagi yang tak begitu mengerti akan hal itu. Kita hanya bisa menyimak, mengikuti perkembangan hukum yang terjadi di negeri ini.
Namun perlahan dari keidak tahuan itu semua kita dijari untuk mengerti bahwa banyak cacatnya hukum di negri ini, hukum diobral kesana-kemari, sana-sini kejanggalan terjadi yang logika awam saja tak bisa menerima aplagibagi orang-orag yang mengetahui. Tak satu dua terjadi namun sudah berkoloni-koloni, ada orang yang salah tapi bebas berkeliaran di luar sana oleh hukum, ada orang yang tak bersalah tapi dikurung dan dikerangkeng, juga oleh hukum.
Kenapa itu bisa terjadi? Bukan salah hukum sebenarnya, hukum hanya seperangkat aturan yang menghendaki ganjaran bagi para pelanggarnya, barang kali yang salah adalah penegaknya sendiri, serta orang-orang yang turut meningkahinya, orang yang berkepentingan terhadapnya, hingga apa yang benar bisa jadi salah, dan salah bisa jadi benar. Maka benar kata Plato tentang posisi orang dalam aturan hukum dalam sebuah penggalannya “orang yang buruk selalu berpikir dan menemukan cara mengakali hukum agar tindakannya dibenarkan.
Lalu apa yang terjadi dengan orang-orang yang sudah terlanjur divonis oleh konspirasi penegak hukum tadi? Mereka telah dihukumi atas sesuatu yang tak mereka perbuat dan pahami. Mereka mengikuti testimoni hukum untuk formalisasi. Mereka diadili dan didakwai dengan materi-materi hukum yang tak punya sinkronitas dengan yang sebenarnya terjadi. Hingga pembelaan-pembelaan dari kuasa hukumnya tak berarti apa-apa, karena memang scenario itu telah disusun secara rapi.
Sebutlah kasus hukum yang ada di negeri ini, kasus yang membenamkan terdakwanya dalam jeruji. Kasus salah seorang mantan ketua KPK, bapak Antasari. Memang tak mudah untuk dimengerti, tapi ternyata itulah yang terjadi. Tak tau benar seluk- beluk, duduk perkaranya namun secara peribadi sebagai seorang awam saya bisa menerima logika, alasan-alasan, pembelaan-pembelaan seorang pak antasari. Begitu banyak yang dipaparkannya dalam wawancara dengan Andy F Noya di acara Kick Andy. Bukan soal mencari kebenaran, tapi lebih kepada mencari keadilan di negeri ini.
Sekali lagi sebagai seorang awam saya hanya ingin mengatakan bisanya hukum dijungkir balikan di sini. Tidakkah kita pernah menanayakan nurani jika hal yang sama menimpa kita, atau andai kita lebih dulu mati dan diadili oleh yang Maha mengadili.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s