Totto Chan dan Kekagetan Saya

Terhadap hal-hal tertentu saya memang sedikit obsessive compulsive, itu salah satunya tergambar dari bagai mana seringnya saya membaca sesuatu yang saya gemari secara berulang-ulang. Dan salah satu yang saya baca berulang-ulang itu adalah sebuah novel, meski sebenarnya saya bukanlah penyuka novel karena beberapa sebab, tapi untuk novel satu ini beda maka beda pula cara saya memperlakukannya.
Namun hal yang ingin saya ceritakan bukanlah mengenai novel tersebut, tapi mengenai kekagetan saya ketika seoarang teman yang sering melihat saya membaca novel itu secara berulang-ulang mengatakan “Novel Totto Chan, Gadis Cilik di Jendela anda dilelang di Gramedia Batam (terletak di deretan buku-buku yang dijual murah, seperti buku-buku yang sudah lama tidak terjual-jual) begitu katanya puas seolah ingin mengejek saya. “hah, kok bisa padahal saya beli di Padang dengan harga yang menurut saya cukup mahal lho, itupun pas waktu GM lagi Book Fair, 16 Agustus 2009, letaknya di deretan buku-buku yang cukup berkelas” tapi sebenarnya bukan itu yang hendak saya kemukakan. Sebenarnya saya ingin mengatakan bagaimana bisa novel sebagus itu dan telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa di dunia dilelang begitu saja seolah tak berharaga. Ah, barang kali orang-orang mungkin belum tau saja isi sesungguhnya.
Aneh juga ya ternyata, jangankan melihat, mendengar buku yang kita gemari diperlakukan seperti itu jadi gimana ya perasaannya. Tapi menyadari, tak semua orang memiliki selera yang sama dan karenanya tak sama juga cara mereka memperlakukannya maka saya lalu berujar “ya, sudahlah” tapi tetap dengan perasaan amat menyayangkan bisa-bisanya novel Totto Chan diperlakukan begitu. Hiks…
Tapi, baru-baru ini juga teman saya itu membawakan buku True Story nya Totto Chan, Totto Chan’s Children; gambaran nyata tentang keadaan dan pernik kehidupan anak-anak korban perang, kelaparan, kemiskinan yang ditemui Totto Chan di negara-negara seperti Afrika, Bosnia, Bangladesh dl waktu dia menjadi duta kemanusiaan untuk UNICEF, buku itu dipinjamkan temannya, jujur saya tak tau kalau ada buku itu hingga kembali dengan sedikit becanda dia mengatakan “Katanya penggemar Totto Chan tapi kok gak tau”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s