Tentangnya

Tentangnya banyak yang ingin kuceritakan, namun kata-kata ku yang terbatas sering membuat ku kehilangan banyak hal yang ingin diungkapkan. Tapi kali ini biarlah dengan keterbatasan kata-kata itu akan ku mulai bercerita.
Dia mengidentikan dirinya sebagai sosok yang sederhana, hmm sebuah sikap diri yang berusaha untuk berjalan seimbang dalam hidup, tidak berlebih-lebihan, ataupun juga sebaliknya. Meskipun begitu, jujur aku sering menemukan berbagai hal istimewa di balik kesederhanaan yang senantiasa dibangunnya. Kadang aku jadi takjub sendiri dibuatnya. Tapi sudahlah, dia pasti tak suka kalau aku nilai begitu.

Elok peribadinya, begitulah kesan pertama ku ketika berkenalan denganya. Ah, aku jadi ingat dengan beberapa perjumpan kami kala itu. Meski secara usia aku lebih tua, tapi akulah yang paling tidak pandai untuk bicara, makanya aku lebih memilih untuk diam saja, mendengarnya, dan merasakan dirinya yang kebingungan harus menghadapiku seperti apa. Namun itu tidaklah berarti aku mengabaikannya, tidak sedikitpun aku ingin begitu. Jika saja iya, tentunya aku tak akan ingat setiap detail kami bersua, sampai sekarang masih ingat insya Allah; tempat, bagaimana, seperti apa, dan dalam rangka apa berjumpa dengannya.

Meski lisan ku dan nya hemat bicara tapi itu tak pula menjadi sebuah kesimpulan bahwa kami tak punya sesuatu untuk dibicarakan, banyak hal yang sebenarnya jadi cerita kami, tentu dalam bentuk yang berbeda, kadang jauh melebihi kemampuanku untuk menterjemahkannya ke dalam kata-kata. Oh ya, salah satu interestnya adalah dunia pena, dan aku adalah salah satu pengagum kata-katanya, sebenarnya aku banyak belajar dari sana. Suatu saat dia pernah mengutarakan ingin mengabadikan karya-karyanya. Aku sangat apresiatif terhadap hal itu, dan ingin segera bisa melihatnya mewujudkan hal tersebut.

Kini, walaupun tak pernah lagi berjumpa, sebab tempat bernaung kami yang telah berbeda, jauh..tapi sesungguhnya ia dekat dalam doa dan hati ini. Aku menyayanginya karena Allah. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuk saudaraku itu dan aku yakin kelak ia akan mendapati apa yang dicita-citakannya, insya Allah. Dan bagiku itulah kebahagaiaan bagi seorang saudara, melihat, mendengar, dan merasakan saudaranya bahagia. Uhibbuki fillah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s