Awak Indon ye?

Awak indon ye? Begitu salah satu yang terselip dalam salah satu tulisan di harian Batam Pos yang saya baca. Di dalan tulisan itu diceritakan bahwa kata-kata indon itu adalah singkatan untuk menyebutkan kewarganegaraan Indonesia. Namun kata-kata itu selama beberapa tahun terakhir bermakna negatif, kata-kata itu identik dengan kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan. Pertanyaan sepeti itu biasanya berasal dari warga Malaysia atau Singapur.

Awak indon ye? Barang kali itulah realitas yang tampak oleh mereka dengan banyaknya warga negara Indonesia yang jadi tenaga kerja di negeri mereka. Tenaga kerja yang kebanyakan nasibnya tak ubah seperti sapi perah disana. Belum lagi masalah pencaplokan wilayah bahkan budaya yang kerap memancing sentimen yang tak baik ujungnya.

Mungkin kita tak perlu mempermasalahkan pemakaian kata-kata itu, sebab negara kita telah mengklarifikasinya secara tertulis dan meminta agar pemakaian kata-kata itu dihentikan demi kehormatan bangsa, yang tak rela harga diri negara diinjak-injak. Namun yang jadi masalah adalah apa yang mereka katakan itu ada benarnya. Bagaimanapun ini adalah masalah kita bersama.

Kita bukanlah bodoh sebenarnya, hanya saja para pembesar negeri kita masih mementingkan diri sendiri dibanding berbuat untuk bangsa dan rakyatnya. Berulang kali insiden demi insiden terjadi tapi para petinggi kita tidak jua jera, tak ada solusi kongkrit untuk mengatasi itu semua. Bersamaan dengan berlalunya waktu, dengan bungkamnya media karena tak ada kabar menyeruak maka bersamaan dengan itu pula kita bungkam seribu basa tanpa berbuat apa-apa. Besoknya heboh lagi, baru kita kelimpungan, mengklarifikasi, memberikan somasi, mengirim tim pembela yang jadi kurang berguna ketika itu.

Kita sebagai rakyat jelata manalah tau tentang itu semua. TKI bekerja ke luar negeri meski dengan resiko yang sangat besar bukan karena di negeri itu penghasilan dan gajinya tinggi , tidak! Hanya saja karena harga mata uangnya yang besar apabila dikonversi ke rupiah. Dan itulah yang menggiurkan bagi TK kita, jika dibanding bekerja di negeri sendiri yang belum tentu tersedia dan dengan pendapatan yang rendah. Maka tak lain caranya dengan menciptakan lapangan kerja di negeri sendiri, menciptakan kestabilan ekonomi dalam negeri agar posisi mata uang kita, jika tidak sejajar, janganlah terlalu jauh bedanya.

Awak Indon ye? Apa rasanya ketika kita ditanya seperti iu? Pertanyaan yang dibaliknya bermakna mengejek, memojokkan.

One thought on “Awak Indon ye?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s