Nilai Diri Kita

Jika manusia berkelompok-kelompok, yang kelompok itu terbentuk dari kumpulan orang-orang yang memiliki kesamaan; sama-sama berada, sama-sama pintar, sama-sama berkuasa, sama-sama terpandang, serta sama segalanya, lalu dimana letak kita yang tidak memilki kesamaan apapun dalam semua itu? Jika semuanya sama bagaimana dengan kita yang berbeda? Lalu ketika berbeda haruskah kita jadi sama?

Dalam pergaulan dan interaksi kita dengan sesama terkadang banyak hal rumit ujung-ujungnya, bukan karena hal itu betul-betul rumit pada hakikatnya tapi karena kitalah yang memperumit semuanya. Menjadi sama dalam hal-hal positif adalah kewajiban kita untuk mengusahakannya, akan tetapi ketika semaksimal-maksimalnya usaha tetap saja kita seperti apa adanya, maka terimalah. Sebab itulah apa adanya diri kita.

Namun satu hal yang harus kita ingat, kita mungkin tak punya apa-apa, boleh kita bukan siapa-siapa, tapi kita tak boleh membuat orang lain memperlakukan diri kita dengan memandang hal-hal tersebut. Kita harus membuat orang lain memperlakukan kita dengan kepribadian yang kita miliki, serta dengan nilai-nilai yang kita anut. Boleh saja kita tak berada tapi kita punya prinsip untuk hidup kita, kita punya sikap sendiri dalam berbagai hal yang ada. Boleh kita bukan siapa-siapa tapi kita setia pada nilai-nilai diri kita.

Lalu ketika tidaklah sama dalam segi kempauan kognitif, psikomotorik atau pun yang lain dengan yang lainnya, jangan pula menjadikan orang-orang memandang kita berdasarkan itu, kita mungkin tak bisa pada bagian yang satu tapi mungkin saja bisa di bagian lainnya. Ketika tak sama dalam hal ini, maka diamlah. Sibukkan saja diri dengan apa yang kita bisa saja, jangan sibukkan diri memikirkan apa yang kita tidak bisa. Dan janganlah coba-coba bicara di ruang yang kita tak ada ilmunya disana, jangan bertindak bodoh dengan membesarkan suara untuk menutupi keawaman kita.

Ya, semuanya tak harus sama. Toh, ada orang yang berada tapi tak dihormati gara-gara kepribadiannya, ada orang yang berkuasa tapi dibenci juga karena kepribadiannya, ada orang yang pintar tapi tak dihargai pun juga karena kepribadiannya. Maka karena itu letakkanlah, tempatkanlah, posisikanlah diri kita berdasarkan kepribadian dan nilai-nilai diri kita. Syukur-syukur jika kita punya semuanya, dan itu adalah nilai plus untuk kita.

One thought on “Nilai Diri Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s