Anak Tangga Kehidupan

Hidup ini seperti roda, berputar dan terus berputar. Yang karena putaran itu menyebabkan kita kadang berada di atas, di bawah atau di tengah-tengah, sebelum roda itu benar-benar menempati tempatnya. Filosofi seperti ini memang benar adanya tapi di lain hal filosofi itu harus diubah, sebab dalam setiap keadaan ada penentu yang menempatkan kita dimana. Maka lebih tepatnya filosofi itu diganti menjadi hidup itu seperti anak-anak tangga.

Anak tangga, anak tangga yang memugkinkan bagi kita untuk menaiki atau menuruninya, juga bisa menetap di tempat kita telah merasa itu posisi nyaman kita. Pastinya, di tangga mana saja kita berada, kitalah yang menentukannya, kitalah yang memilih itu semua.

Namun memilih saja tidaklah cukup, jika kita belum lagi mengikuti syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pilihan itu, atau apa saja yang harus dilakukan dengan pilihan itu. Itu sebabnya, ada yang merasa sudah memilih namun juga tak merubah apa-apa, dan tak berdampak apa-apa bagi hidup. Atau ketika di akhir suatu perkara tiba-tiba kita menyesal dengan pilihan kita, tapi tidak mengoreksi bukan pilihan kitalah sebenarnya yang salah, tapi cara kerja kita dalam pilihan yang telah dipilih itu.

Maka usahalah yang menyampaikan di tangga mana kita berada. Kita berada di bawah, itulah cerminan dari hasil usaha kita, dan kita bisa berada di atas karena Allah mengizinkan dari apa yang telah benar-benar kita usahakan itu menjadi istimewa. Bukankah dalam agama, orang-orang yang memilih iman sebagai landasan hidupnya berusaha memenuhi kehidupannya dengan kebaikan-kebaikan yang diperintahkan Nya. Walau tak selamanya lurus dan mulus saja jalannya, tapi ada usaha disana, dan usaha itulah yang jadi nilai.

Ya, anak tangga kehidupan, jenjang-jenjang tang harus kita lewati dalam hidup. Kita dapat naik dengan keyakinan, kekuatan hati, dan usaha yang baik, juga dapat turun karena lalai dan melupakan apa yang harus kita lakukan, kita dapat menetap diposisi nyaman karena kita mampu bertahan dalam kebaikan. Tapi siapalah yang sudah merasa berada di posisi yang nyaman?, yang pastinya posisi nyaman itu harus aman.
Moro November 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s