Aku masih ingat

Aku masih ingat (untuk seorang teman)
Moro, 2010

Cita! Acap betul kita berkawan dengan kata itu, saat semua pikir kita tertuju kesana, saat laut nyaris tak beriak, dan jalan ke depan nampak lurus tanpa hambatan. Namun, perlahan malu kita dengan kata itu, sebab banyak yang telah terjadi di luar rencana-rencana kita. Meski dalam palung hati masih terpendam adanya. Hanya kita memilih untuk bergeming, tidak ingin menyinggung hati dan perasaan masing-masing. Namun seberapapun, jalan-jalan yang sering kita lewati dulu, selalu mencatat setiap derai canda, setiap kecewa, kekhawatiran dan sikap diam yang terpacu dan kuyu antara harapan dan ujian-ujian hidup kita.

Saat daun-daun berguguran tepat menerpa langkah, saat kuntum merekah di taman base camp kita, saat bunga yang dengan sembarangan kuanggap tulip ketika melihatnya di balik jendela sekre, aku selalu mengatakannya serasa di negeri kincir, Belanda. Saat halilintar bersahutan di kaki langit Nya sewaktu kita menghadapkan wajah ke zona peristirahatan matahari..atau saat rembulan wajah kita berselimut kelabu dan tenggelam dihujani air mata….

Apapun kita selalu punya cara untuk penawar itu semua. Aku masih ingat dengan filosofi tas mu itu…(bahkan setiap usilmu pun ingat..) walau sering kali putus asa membutakan jiwa mata kita, mata jiwa kita (begitukan lebih tepatnya) eh, tapi kalau mata punya jiwa itukan lebih dekat pada Gadhul Bashar dan bashirah yang tunduk pada pencipta Nya bukan pada tuan yang dititipkan mata). Aq juga tetap ingat kata tausiyahmu itu hai “orang yang tak ku kenal” “Seorang muslim itu tak boleh stress” begitukan katamu..

Tapi itu semua insya Allah kan memuarakan kita di samudera kasih Nya, telah mengajari kita untuk bergantung pada Nya, serta mengajar kita mengukur kelemahan diri dan menghindarkan diri dari hal yang remeh temeh yang tak seharusnya diurusi..(tapi kenapa aku tetap suka megurus hal remeh temeh?, cengeng, dan cengegesan..) Ups. padahal seharusnya aku harus meneladani pesan yang disampaikan penulis yang kita kagumi ide dan pendiriannya “kenapa keluarga nabi tak pernah diterpa masalah oleh hal-hal remeh temeh, itu karena mereka disibukan oleh hal-hal besar yang menjadi misi utamanya” Me? Akan kah?

Namun pada akhirnya, harusnya kita bersyukur telah diberikan uji yang sebenarnya belum apa-apa dibandingkan orang-orang. Bahwa kita beruntung, Allah telah mengajar kita dengan cara terbaik yang dikehendaki Nya. Namun nyatakah syukur itu jika kita belum lagi punyai nya dalam realita???

Ku yakin dengan cita kita tak akan pernah lupa. Sebab telah kita ikrarkan bahwa Allah selalu punya rencana indah, dan Dia tahu yang terbaik untuk kita. Saat ini, dengan menjalani sesuatu yang kita rasakan jauh dari harapan-harapan kita, tapi mungkin itulah yang lebih dekat untuk merintis itu semua,atau jalan untuk sesuatu yang lebih baik dari impi kita. Yang terpenting adalah “gerakkanlah kaki untuk mengejar mimpi-mimpi itu” seperti yang tertempel di dinding kamar kost mu itu, atau semua lembaran sok kuat dan sok filosofis yang pernah ku buat-buat. Yakinlah!!! Dan kita selalu punya do’a disini, di rongga nafas kita…Uhibbukii Fillah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s