Home, sweet home

Rumah, tidak hanya sebagai tempat berteduh secara fisik, tempat kita tinggal dan menetap. Namun lebih dari itu rumah adalah tempat berteduhnya hati, peraduan dari hiruk pikuk dunia yang kita lalui di luaran. Rumah, tempat kita membangun hidup dan kehidupan.

Itulah fungsi rumah seharusnya, tak peduki semegah atau sesederhana apapun yang jelas ia harus memilki fungsi itu. Menentramkan bukan hanya dari keluasan bangunannya, keapikan penataan perabotannya. Menyejukan bukan hanya karena berbagai keindahan yang dapat ditangkap indera atau karena serba benda lainya, melainkan karena penghuni yang ada di dalamnya.

Di luaran boleh jadi kita bersengat-sengatan dengan kerasnya kerja-kerja, dengan letih yang sering kali mendera. Di luaran boleh jadi kita dikejar-kejar berbagai masalah, dihimpit oleh tuntutan-tuntutan yang terasa menjerat leher-leher kita. Namun kita punya rumah, berharap ada yang menentramkan di sana, ingin secepatnya berlari ke tempat yang meneduhkan hati itu, begitulah harusnya.

Ya begitulah harusnya, bukan malah lari dari rumah untuk menenangkan pikiran dari masalah, lari dari ajaran dan rasa kebersamaan dengan keluarga. Karenanya inilah yang harus dipahami oleh setiap penghuni rumah, sebuah tekad dan harapan yang harus diangun, menjadikan rumah tempat hati hati berteduh, tempat segala penat bermuara, tempat ketenangan berlabuh. Inilah home, sweet home

One thought on “Home, sweet home

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s