Suatu sore di tepi pelantar

Nelayan melaut sampai jauh, menyandarkan hidupnya pada jala-jala yang ditebar di sepanjang bentangannya. Berharap biota-biota laut singgah dalam perangkapnya.
@@
Matahari akan terbenam sore itu, nelayan berbekal pengganjal perut seadanya; serantang nasi dan sebotol air pelepas dahaga. Ah, bagaimana jika tenangnya hari sore ini terganti kelamnya malam kelam yang menerkam. Tapi nelayan adalah pembaca laut yang adiluhung, mereka adalah pembaca alam. Jikapun terpaksa harus berhadapan dengan perubahan alam yang ekstrem, jibaku jiwa mereka akan keluar untuk mempertahankan hidup bahkan sebelum itu terjadi, jauh sebelum jala itu dibentangkan..

Tepi pelantar 26 Februari 2012

4 thoughts on “Suatu sore di tepi pelantar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s