Book

Kawan, apa yang kita inginkan dari sebuah buku atau karya yang kita baca? Barang kali kita menginginkan sesuatu yang rasanya sedang kita butuhkan; penyadaran, kesejukan, ketenangan, rupa-rupa metode yang rasanya bisa membantu kita mengatasi permasalahan yang sedang kita hadapi, motivasi ataupun berbagai ragam ilmu pengetahuan yang memang mungkin sedang kita butuhkan. Lalu beranjaklah kita mencarinya, melabuhkan kaki ke suatu tempat yang bernama pustaka, toko buku ataupun tempat apa saja dan dimana saja kita dapat menemukannya.

Ketika sampai ke tujuan pasti yang pertama kali kita lakukan adalah mencari katalog, judul-judul yang sesuai dengan apa yang sedang kita butuhkan itu. Melihat-lihat berbagai cover dan membolak-balik bererapa halaman. Ketika rasanya menemukan judul yang pas ataupun membaca prolog yang tepat maka akan kita jatuhkan pilihan pada buku-buku atau bacaan-bacaan itu, dengan satu harapan dapat memenuhi dan mengobati keinginan kita pastinya.

Diantara buku-buku yang kita bawa pulang ada yang membuat kita merasa beruntung karena diperkenankan membacanya, namun diantaranya ada yang menjadikan kita sedikit kecewa, karena ternyata tak menemukan apa-apa di dalamnya, meskipun dengan judul yang bagus, lay out yang memikat, deskripsi cover yang matang. Sekali lagi tak ada yang sesungguhnya kita temukan, kecuali hanya definisi-definisi atau pendapat-pendapat dengan sumber yang tak begitu jelas dicantumkan dan tak satupun hal yang menujukan bahwa buku itu sesuai dengan judul, cover dan prolognya.

Sebenarnya saya tak sedang mengecilkan arti sebuah karya, buah pikiran dari orang-orang sebab sadar saya belum lagi berbuat apa-apa, dan tak pernah mengahasilkan karya nyata. Ini adalah sebentuk masukan kecil saja. Kenapa harus kita menampilkan kulit yang tidak sesuai dengan isinya, saya pikir jika ditampilkan apa adanya barang kali akan lebih berharga, sebab tak membuat pembacanya kecewa kan? Apa lagi jika buku itu sempat melakukan penyamaan-penyamaan agar bisa disama-samakan dengan karya lain yang sedang digemari di pasaran.
Berlakukah kejujuran di sana? Baik si penulis itu sendiri, dan semua pihak yang terlibat dalam pengerjaannya. Apa sebenarnya yang ingin diberikan pada pembaca?. Menghadirkan sebuah karya ke tengah khalayak haruslah dengan tujuan mendidik, bukan untuk memenuhi selera kita. Jangan lagi mengecewakan ‘sebagian’ masyarakat; sebagai pemirsa, penikmat hasil karya sutradara mereka telah kecewa dengan suguhan-suguhan yang membodoh-bodohi akal, akan kah ketika jadi pembaca ‘sebagian’ masyarakat itu juga mengalami nasib yang sama? Tentunya kita tak ingin hal itu terjadi bukan?. April 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s