Pelajaran Muatan Lokal Bekal Hidup Siswa

Pelajaran muatan lokal adalah salah satu mata pelajaran tambahan yang wajib di selenggarakan di tiap sekolah di Indonesia. Kewajiban ini khususnya mengacu pada peraturan pemerintah dinas pendidikan nasional (permen diknas) no 22 tahun 2006 tentang standar isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam KTSP ditegaskan selain memuat mata pelajaran juga memuat muatan lokal yang wajib diberikan pada tiap tingkat satuan pendidikan.

Pelajaran muatan lokal tersebut sebenarnya bukanlah pelajaran baru di dunia pendidikan di Indonesia, sebab kurikulum-kurikulum yang ada sebelumnya juga mencantumkannya, hanya saja dengan nama yang berbeda. Kurikulum 1968 misalnya menyebutkan pelajaran muatan local ini dengan kerajinan tangan, kurikulum 1975; prakarya kesenian, kurikulum 1984; keterampilan bebas dan terikat, selanjutnya kurikulum bebasis kompetensi (KBK) dan KTSP menyebutnya langsung dengan muatan local, dengan menitik beratkan kepada potensi daerah yang ada.

Adanya penitik beratan tersebut sesuai dengan arti muatan lokal itu sendiri. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) muatan artinya memasukan, sedang local bermakna apa yang dimilki oleh suatu daerah tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa pelajaran muatan local adalah pelajaran yang diajarakan dengan memasukan dan menyesuaiakan sumber daya atau potensi yang dimilliki suatu daerah, tempat sekolah berada.

Berdasarkan pengalaman yang ada di lapangan , pada awalnya terjadi kebingungan di tiap tingkat satuan pendidikan tentang pelajaran muatan local apa yang akan diajarkan di sekolah masing-masing. Sehingga pelajaran muatan local itu ada yang diisi dengan mata pelajaran yang seharusnya termasuk kategori bahasa asing. Hal ini juga dimotori dari keminiman guru yang mempunyai latar belakang kependidikan yang sesuai dengan pelajaran yang akan diadakan. Tapi dengan adanya pengarahan-pengarahan, pelatiahn-pelataihan dari dinas terkait maka perlahan kita bisa menangkap kemana sebenarnya pelajaran mulok tersebut akhirnya diarahkan.

The process stars from the end, suatu proses dimulai dari akhir. Agaknya itulah kalimat yang tepat untuk memetakan pelajaran mulok ini. Berangkat dari tujuan pertama pelajaran ini yaitu untuk membantu siswa menjadi mandiri. Membantu siswa untuk mandiri khususnya bagi siswa di sekolah umum yang tidak diajarkan keterempilan atau keahlian khusus seperti yang diperoleh oleh siswa yang bersekolah di sekolah kejuruan, maka mata pelajaran mulok ini berguna untuk menyiapkan -khususnya- siswa sekolah umum untuk juga dapat mempunyai keterampilan. Seperti banyak disebutkan oleh orang-orang yang berkompeten di bidang nya, intisari pelajaran ini adalah untuk bekal menyambung hidup jika si siswa tidak lagi bersekolah atau tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi

Dari tujuan pelajaran mulok yang pertama ini kita dapat menarik benang merah tentang pelajaran mulok apa sebaiknya yang akan kita ajarkan. Jika saja di daerah tempat sekolah berada misalnya memilki sumberdaya laut maka mata pelajaran muatan lokalnya adalah berbasis laut; apakah itu budidaya hasil laut, keterampilan limbah laut, atau pengolah hasil laut. Jika di daerah tersebut merupakan daerah yag cocok untuk agraria atau perkebunan maka bisa jadi pelajaran muatan lokalnya budidaya pertanian atau pengolahan hasil pertanian.

Selanjutnya disebutkan bahwa tujuan kedua dari pelajaran muatan local itu adalah membantu siswa untuk mengenal sopan santun di dalam masyarakat. Mengenal sopan santun dalam masyrakat ini dapat digali lewat muatan local berbasis kebudayaan setempat, misalnya kebudayaan melayu. Pelajaran muatan local berbasis kebudayaan ini nantinya dapat disinergikan dengan potensi pariwisata yang ada di daerah tersebut, sebab pariwisata sebenarnya tidak hanya soal tempat dan panorama tapi juga mencakup kebudayaan di dalamnya.

Namun terkadang pelajaran muatan local ini susah-susah gampang untuk mengajarkannya. Hal ini dikarenakan anggapan sebagian siswa bahwa pelajaran mulok adalah pelajaran tambahan saja, karenanya dari awal guru perlu memberitahukan arti penting pelaran mulok itu sesungguhnya pada siswa. Selanjutnya juga karena keterbatasan guru, bagaimanapun kita tidak dapat memungkiri bahwa kebanyakan guru mulok yang ada bukanlah memiliki back ground pendidikan yang sesuai dengan pelajaran muatan local yang diadakan. Akan tetapi kondisi-kondisi seperti ini dapat diatasi dengan memberikan bekalan-bekalan pada guru mulok baik itu dalam bentuk pelatihan, seminar dan lain-lain seperti yang telah diadakan oleh dinas pendidikan di lingkungan kabupaten karimun propinsi kita ini, pada bulan februari lalu.

Selain dari usaha-usaha tersebut guru juga bisa mencari hal baru apa yang bisa diberikan pada siswa. Pada dasarnya pelajaran mulok itu lebih banyak prakteknya ketimbang teori. Praktek-praktek yang diadakan sebaiknya merupakan hal yang tak biasa bagi siswa, walau secara hakikat sifatnya hanya modifikasi atau kreatifitas saja. Pada pengolahan hasil laut contohnya, kita bisa praktek membuat nugget yang biasanya dari ayam, atau daging sekarang kita ganti dengan berbahan dasar ikan, cumi-cumi atau yang lain, kerupuk dari kulit dan tulang ikan dan sebagainya. Di muatan local agraria kita juga bisa mengolah pupuk, hal yang tak biasa di lakukan siswa tapi punya korelasi dengan pelajaran lain seperti kimia. Hanya saja catatan bagi guru adalah hendaklah memposisikan diri sama seperti siswa dalam artian sama-sama belajar, sebab mungkin kita belum pernah mencoba sebelumnya, tapi tetap juga diingat bahwa kita sebagai fasilitator pembuka cakrawala siswa, bagaimana caranya agar kita guru mencari tahu dulu, kemudian baru prakteknya sama-sama. Intinya kita harus yakin bahwa siswa itu bisa, dan kita harus berendah hati untuk belajar pada dan dari siswa. Sebab guru, apalagi pendatang di daerah sekolah tersebut tentu saja bukan ahlinya jika dihadapkan dengan sesuatu yang dari laut sedang guru tersebut aslinya darat yang nota bene agraris atau wira usaha.

Dari usaha-usah itu diharapkan sekolah benar-benar dapat membekali siswa untuk bisa mandiri kedepannya. Motivasi guru juga adalah hal yang utama, apalagi jika guru membantu membuka akses bagi siswa untuk itu. Bisa sajakan dengan belajar muatan local siswa kita bertekad untuk jadi pengusaha. Hal kecil yang bisa dilakukan oleh guru pertama adalah menunjukan jalannya, kalau siswa membuat suatu produk arahkan siswa untuk menjualnya kemana dan pemasarannya bagaimana. Setidaknya pembeli utamanya adalah guru berikut warga sekolah lainnya. Dengan begitu akan ada hasil dan makna bagi kita bersama.

Ditulis oleh Syafni Andri Yanti
GTT di SMA Negeri 1 Moro, Karimun
Mengajar pada mata pelajaran Bahasa Inggris dan muatan lokal

6 thoughts on “Pelajaran Muatan Lokal Bekal Hidup Siswa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s