Sepanjang Rel Kereta

Sepanjang rel kereta. mana kala senja, ketika aku berjalan di sampingnya.
Ketika petang meneggelamkan bayang.
Saat terang siang masih meraja.
Begitu rngkas perjalanan ini sampai ke ujung
saat kita menyadarinya

Sepanjang rel kereta. Satu-dua aksara pemecah sunyi
di kedalaman rasa

di penghujung jalan..
tapi kita akan kembali bersua

di penghujung jalan, kali ini
harus ku kuatkan langkah
sebab berikutnya..
hanya aku menapaki bentangannya
di bawah rintik gerimis senja

Padang 14 Agustus
Moro, dini hari 25 September 12

7 thoughts on “Sepanjang Rel Kereta

  1. sepanjang rel kereta, yang meski tak panjang sampai ke ujung. itu kali pertama rel kereta mengingatkan kita tentang kota kita ternyata punya cerita sendiri di sepanjang rel kereta itu. serta orang2 yang pernah menelusur sepanjang rel kereta. sama seperti kita, di beberapa petang menikmati sajian serupa.

    salam kak….

  2. Ya..hahaha… ini ni orangnya kak. aini gak bohong kok. emang pernah jalan sendiri ke sana. segan aja nak bilang ke ida, pernah jalan sama kakak juga disana (ntar ada yang jealous karena gak diajak juga). ida bilang, lain kali ajak kalau ketemu kakak…. (nah, tuh kan, itu alasannya kak)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s