Rumah Kita

images mRumah, adalah tempat kita berteduh. Tempat kita tinggal dan menetap. Tempat kita melaksanakan aktivitas keseharian kita. Tempat mula kita melangkah dan tempat kita kembali dari berbagai aktivitas yang kita jalani di luaran. Tentang hal ini Allah telah menyebutkan dalam surah An-nahl ayat 80 “Dan sesungguhnya Allah menjadikan rumah-rumah mu sebagai tempat tinggal”. Ibnu kasir menerangkan bahwasanya Allah menyebutkan kesempurnaan nikmat Nya atas hamba Nya dengan apa yang Dia jadikan sebagai rumah-rumah yang merupakan tempat tinggal mereka. Mereka kembali kepadanya, berlindung dan memanfaatkannya dengan berbagai macam manfaat. * M. Shalih Al Munajjid, 40 nasehat memperbaiki rumah tangga.

Rumah, sebagaimana dikatakan adalah nikmat, tempat kita merasa nyaman dari segala kondisi alam; dingin yang menusuk tulang, atau panas yang membakar kulit dan segala macam keadaan. Melindungi kita dari hujan, terik, atau segala hal yang mendatangkan kemudharatan berupa penyakit, atau hal lain yang mengganggu kesehatan. Nikmat rumah juga kita rasakan sebagai tempat kita bisa dan biasa berkumpul bersama keluarga; ayah, ibu, kakak, adik, nenek, kakek, dan saudara-saudara kita lainnya.

Rumah kita, pun juga tempat kita merasa aman dari segala kemungkinan yang terjadi di luaran. Kemungkinan itu bisa saja terjadi karena gangguan orang-orang dan juga karena kekhilafan yang kita lakukan. Para ibu misalnya, tak terkontrol lisan karena seringnya berkumpul di luaran, dan membahas hal-hal yang tak patut untuk diperbincangkan ataupun sebaliknya mendengar apa yang tak sepatutnya didengar. Karenanya dengan berada di rumah kita terlindungi dari hal tersebut. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad “Lima hal yang barang siapa mengerjakan salah satu darinya maka akan mendapatkan jaminan dari Allah yaitu orang yang menjenguk orang sakit, orang yang pergi berperang, orang yang masuk kepada pemimpinya, dengan maksud menegur dan mengingatkannya, atau ia duduk di rumahnya sehingga orang-orang selamat dari gangguannya dan ia selamat dari gangguan mereka”

Rumah, sejatinya sebagai tempat berteduhnya hati-hati. Peraduan dari hiruk pikuk dunia yang kita lalui di luaran, dan dari segala keadaanya. Pernah kita bersengat-sengat dengan bisingnya celotehan banyak orang, dengan makian tak karu-karuan gara-gara tersenggol sedikit, atau karena melihat lebih dalam untuk memastikan, tapi kita punya rumah berharap ada yang meneduhkan nanti disana. Pernah juga kita bersengat-sengat dengan kerasnya kerja-kerja, dengan letih yang sering kali mendera. Dikejar-kejar berbagai masalah, dihimpit oleh tuntutan-tuntutan yang terasa menjerat leher-leher kita. Namun kita punya rumah, berharap ada yang menentramkan di sana, ingin secepatnya berlari ke tempat yang meneduhkan hati itu..

Rumah, bukan sebaliknya yang kita harapkan, yang berdiri salah, duduk salah dan bergerak salah. Di luaran kita lelah bekerja dan berinteraksi dengan banyak orang, ditambah lagi dengan keadaan rumah, yang karenanya mungkin kita ingin lari saja dari rumah itu, bersilewaran di luaran, menemukan sesuatu yang rasanya akan menenangkan. Tapi sebenarnya ia tetap tak kita dapatkan, atau malah membuat kita tertipu sendiri, yang disangka ketenangan justru itu menjerumuskan. Lalu siapa yang merasa harus bertanggung jawab akan hal ini?

Rumah. Yang semuanya berawal dari sini. Madrasah pertama bagi tiap-tiap individu meletakkan dasar-dasar kehidupan. Tempat, dimana nilai-nilai ditumbuh kembangkan. Pencetak kepribadian yang akan dibawa orang-orang di luaran. Lihat lah orang yang dengan berbagai kepribadian, tak akan jauh-jauh apa yang dibawanya kalau tidak gambaran apa yang ‘ada’ di rumahnya. Lihatlah anak-anak dengan kosa kata yang sering disebut-sebutnya di luaran, tak jauh itu adalah kosa-kata yang selalu di dengarnya di rumah, dari mulut orang tua-orang tuanya, keluarga-keluarganya dan lingkungannya.

Rumah, sejatinya lagi tempat kita membangun penghambaan pada Nya, tempat kita mengajari anak cucu untuk mengenal Tuhannya. Tempat kita menjaga anak cucu dari segala ketergeliciran. Ingatkah kita akan sebuah perkataan “Sesungguhnya Allah meminta pertanggung jawaban kepada setiap pemimpin atas apa yang dipimpinnya, apakah ia menjaga yang dipimpinnya atau melalaikannya, sehingga seorang laki-laki ditanya tentang anggota keluarganya” Hr An Nasa’i. sehingga dengan tanggung jawab ini membuat kita harus mengoreksi kembali tentang apa yang telah terjadi dengan rumah kita selama ini, jika ada yang harus kita luruskan, kita luruskan kembali.
@@@

Rumah kita adalah tempat kita merangkai cerita kita tentang banyak hal, tentang masa kanak yang kita lalui disana, cerita tentang bagaimana orang tua membimbing dan mengajari kita atau sebaliknya mungkin kitalah yang sedang membimbing dan mengajari hal itu hari ini, tentang interaksi yang kita lalui dengan saudara-saudara kita sekandung, tentang hari-hari yang kita lalui dengan teman-teman masa kecil kita, teman yang mungkin hari ini tak pernah kita bertemu dengannya lagi, tapi yang pasti tak akan kita lupakan. Karenanya akan ada banyak kenangan yang terbayang jika kita mengenang tentang rumah kita, apa lagi jika rumah yang sekarang kita tempati bukanlah rumah yang kita tempati dulu, atau jika rumah kita terpaksa kita tinggali karena kebutuhan kita untuk pergi ke daerah yang lain.
@@@
Akhirnya begitulah pentingnya fungsi rumah, dan begitu pentingnya tiap-tiap kita menyadari apa yang kita lakukan di rumah, apa yang kita bangun disana, dan apa yang kita tumbuhkan disana. Dan rumah itu, yang bagaimanapun bentuk fisik dan keadaannya, ia adalah tetap nikmat yang tak terperi. Sebab bagaimana jika kita tak mempunyai rumah, yang walaupun mungkin saat ini kita punyai untuk sementara saja, sementara menjelang kontraknya habis, atau sementara belum diambil lagi oleh pemiliknya. Dan rumah itu, nikmat yang lebih tak terperi lagi saat fungsi sejatinya kita hidupkan kembali.. Inilah rumah, home sweet home.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s