Memurnikan Hasil Usaha

sawahDi dunia ini banyak pekerjaan halal berubah menjadi sebaliknya. Menjadi guru itu halal, namun bisa juga sebaliknya. Menjadi abdi negara itu halal, tapi bisa juga berubah. Menjadi petani itu halal namun perubahan statusnya tetap ada, bahkan menjadi tokoh agama sekalipun.

Perubahan tersebut, adalah soal cara kita melaksanakan tugas-tugas kita. Adalah soal lurus tidaknya jalan kita dalam menjalankannya. Adalah soal apa yang kita terima dari ketidak lurusan itu. Kalaupun perubahan satusnya tidak sampai murni, namun tercampurnya antara yang halal dan yang sebaliknya itulah intinya.

Karenananya diperlukan kehatian-hatian dan ketelitian kita. Bagi kita, hasil kerja kita adalah rezeki yang kita dapat untuk nafkah pribadi, dan kelurga kita. Rezeki yang kita dapat adalah untuk apa yang kita pakai;  baju, sepatu, tas, dan asesoris lainnya. Intinya, bagi kita hasil kerja kita adalah untuk apa-apa yang kita gunakan, dan apa yang kita makan. Seandainya hasil kerja itu adalah hal yang sudah tercampur kehalalannya, sebagian halal, sebagian lagi tidak, maka bagaimana jadinya?

Memang benar kita hidup di zaman yang tidak lagi memedulikan masalah ini, sebagai mana rasul kita mengatakan “akan datang kepada manusia suatu zaman, yaitu seseorang tidak lagi memedulikan dari mana ia mengambil hartanya, apakah dari jalan yang halal ataukah dari jalan yang haram” (HR BUkhari). Namun ketentuan tetaplah ketentuan, hukum tetaplah hukum.  Mungkin kita berujar orang lain bisa dan kelihatanya boleh-boleh saja kenapa kita tidak, atau mending kita, hanya sedikit aja, coba lihat yang lain, semuanya diembat..

Bukankah kita mempertanggung jawabkan apapun secara sendiri-sendiri? meski dalam melakukannya secara bersama-sama. Iyalah kiranya hanya sedikit, tapi tetap ada bukan? Yang ditanya pertama bukanlah sedikit banyaknya, tapi ada atau tidaknya. Lalu lihatlah bagaimana hal tersebut memberi pengaruh dalam kehidupan kita, bisa jadi banyak masalah yang menimpa kelurga kita, bisa jadi musibah datang silih berganti, bisa jadi banyak sekali kendala yang kita alami dalam hidup kita, bisa juga apa yang kita miliki habis tak tentu kemana, lantaran tak berkah… Mari periksa lagi hasil usaha kita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s