Sekolah dan Perpustakaan

perpustakaan

Sekolah sesuai fungsinya sebagai tempat bagi peserta didik menuntuk ilmu, mengembangkan pikiran, keterampilan dan keperibadian memerlukan berbagi kelengkapan yang dapat menunjang hal tersebut.  Kelengkapan itu tidak melulu dari aspek keberadaannya, ada atau tidaknya namun juga harus mengedepankan  sisi-sisi psikologisnya. Hal ini sangat penting jika saja kita berpikir dan merenungkan, ada berapa banyak fasilitas di sekolah tapi tidak terberdayakan dengan baik, salah satunya yaitu perpustakaan.

Perpustakaan bagi sekolah haruslah merupakan sarana penunjang utama yang seyogiyanya diperhatikan. Di perpustakaanlah berbagai cetakan aksara ilmu terkumpul, sebab itu ia bernama perpustakaan, yang asal katanya berasal dari bahasa sansekerta; pustaka, yang bermakna buku, kitab, karenanya harus diluruskan kata-kata yang menyebut kata pustaka sebagai tempat, karena yang benar adalah yang ada awalan per dan akhrian an. Di perpustakaanlah ruang untuk menggali sebanyak-banyaknya informasi, dan pengetahuan. Disinilah peserta didik melatih pikiran, mengayakan wawasan dan berbagai hal terkait yang mungkin tidak disampaikan oleh guru di kelas.

Fenomenanya, di sekolah-sekolah dapat dilihat berapa banyak jumlah pengunjung (siswa) yang mengunjungi perpustakaan setiap harinya. Ada beberapa banyak buku-buku baru yang datang, yang sampulnya masih sedia kala barunya, tak ada kerutan, lipatan sebagai penanda bahwa buku itu pernah di jamah siswa dan dibaca. Ada berapa komputer baca yang berisi ratusan judul buku elektronik yang tidak hanya bermuatan non fiksi, namun juga fiksi seperti tak menarik saja bagi siswa.

Untuk itu rasanya perlu kita kaji kembali apa penyebab hal tersebut terjadi, sedangkan saat ini kita tengah menggalakkan gerakan membaca, kita ingin membaca menjadi sebuah kegiatan yang mentradisi. Berbagai motivasi bahkan penugasan-penugasan sebagai salah satu bentuk usaha yang secara bersama-sama dilakukan di sekolah telah pula kita upayakan dan kini tak ada salahnya kita juga memerhatikan sisi-sisi psikologisnya seperti pembuka di tulisan ini, apakah itu letak, tata ruang, juga pelayanan di perpustakaan.

Letak perpustakaan. Ini menarik sebab mungkin belum banyak sekolah yang mempertimbangkaan aspek ini. Sebaiknya dalam pemosisiannya perpustakaan ditempatkan pada lokasi yang strategis, mudah dijangkau siswa. Pada sekolah yang ruangan-ruangannya berpola menyebar misalnya akan menyulitkan bagi siswa jika gedung perpustakan letaknya di belakang atau di pojok sekali. Pertimbangannya adalah dari segi energi dan waktu yang dibutuhkan bagi siswa untuk mencapainya, sedangkan waktu istirahat yang menjadi waktu pasti bagi siswa hanya 15-30 menit. Pun jika kalau guru berhalangan hadir, kendala jarak dan letak perpustakaan yang jauh diujung membuatnya kalah.

Kestrategisan letak, ditambah dengan kelengkapan-kelengkapan yang telah tersedia di perpustakaan akan membuat perpustakaan berpeluang lebih diperhatikan siswa. Setidaknya ketika para siswa berkumpul bersama “ke perpustakaan yuk, lihat-lihat” dari lihat-lihat jadinya jatuh hati juga untuk membaca. Lalu bagaimana dengan sekolah yang perpustakaannya telah permanen berdiri di suatu tempat di lingkungan sekolah dan juga tak mungkin untuk dipindah? Barangkali tampilan dan kondisi interior perpustakaan menjadi solusinya.

Apa yang terlihat cantik, apa yang dirasa membuat nyaman akan memberi kesan dan pesan pada pikiran akan tempat tersebut. Di sekolah-sekolah ruang apakah yang paling cantik dan terasa nyaman jika berada di dalamnya? Jawabannya mungkin bukanlah ruang perpustakaan, apalagi jika ruang perpustakaan terkesan sumpek dan sempit. Meja ruang baca yang tidak terawat, buku-buku yang berdebu akan meminuskan perpustakaan di mata siswa, bahkan siapa saja.

Karenanya sudah selayaknya perpustakaan sedapat mungkin adalah menjadi bangunan yang paling bagus di sekolah-sekolah. Pewarnaan eksterior yang menarik, sekilas membuatnya berkelas, dan terasa berkelas juga bagi yang memasukinya. Keadaan ruang baca yang nyaman, pencahayaan yang cukup, sirkulasi udara yang terjaga, buku-buku yang tersusun rapi dan sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing akan menjadi magnet yang mendayai rasa ketertarikan siswa. Pemeliharaan tentu menjadi hal yang sangat penting disini. Soal cost, dana itu ada sebab banyak bantuan dari pemerintah, masalahnya hanya dianggarkan atau tidak untuk perpustakaan, itu saja.

Terakhir dan sangat penting adalah petugas perpustakaanya. Pelayanan yang baik dan ramah akan menjembatani kecintaan siswa untuk berkunjung ke perpustakaan, dalam hal ini juga termasuk soal jam kerja petugas. Hendaknya perpustakaan itu setiap saat buka saat jam pelajaran di sekolah. Kalau saat jam istirahat pustakawannya juga ikut ke kantin atau istirahat, kapan siswa ke perpustakaan, sedangkan waktu pasti yang bisa diandalkan siswa adalah pada saat jam istirahat. Waktu istirahat petugas tentunya dapat diatur dan disesuaikan dan itu juga sebabnya pustakawan di sekolah itu tidak cukup hanya satu orang saja, selain karena tugas yang sebenarnya banyak, juga agar bisa ada pergantian, agar perpustakaan standby kapanpun siswa ingin memasukinya.

Dengan upaya-upaya ini diharapkan gerakan membaca yang dicanangkan dapat teresalisasi tahap demi tahap. Saya yakin,meski boomingnya jagad internet di zaman ini sebagai media informasi dan pengetahuan tapi tetap fungsi perpustakaan masih belum tergantikan, dan tak berubah. Sebab buku menyediakan pembahasan yang lebih mendalam, ia adalah hasil buah pikiran yang bertanggung jawab, sesamar apapun penulisnya masih bisa teridentifikasi, tidak seperti di dunia maya, sejelas apapun malah samar jadinya, dan disini bedanya. So, mari benahi lagi perpustakaan kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s