Kemana Arah Media

mediaKondisi perpolitikan di Indonesia saat ini sungguh beda terasa. Antara dua kubu, maisng-masing menjadi pembela dan penyerang. Ini fakta yang tak terbantahkan , dari layar kaca, apa lagi social media, berujung pada dunia nyata. Memang baru kali ini dalam sejarah demokrasi Indonesia hanya memilki dua calon yang akan jadi presiden salah satunya, dan hingga pemilihan berakhir, sampai terpilih salah satu diantara keduanya masih saja menyisakan cerita. Dan ternyata kita bangsa yang belum dewasa dan saya pikir di dunia ini dalam hal politik tetap akan ada polemik, semaju apapun negara tersebut dan setinggi apapun pendidikan penduduknya.

Apa dan mengapa? Ini adalah pertanyaan besar buat kita. di setiap media apalagi pendukung keduanya, selalu terjadi pemberitaan yang terkesan mengada-ada. Dalam sebuah stasiun TV misalnya dibuat seolah-olah sebagian menjadi penghalang bagi sebagian yang lain untuk bekerja dan di media lainnya ada yang bela-bela sini-sana.

Bagi kita rakyat jelata, yang nama kita selalu dicatut disetiap topik yang mereka perbincangkan, apa katanya? “demi kepentingan rakayat”. Tak lagi sebenarnya itu berguna karena mendukung pasangan satu dua telah banyak terpecah belah, dan rasa tak enak hati yang tak kunjung reda, tapi itu telah berlalu. Perdebatan-perdebatan di pasar-pasar, kampong-kampung, kantor-kantor, warung kopi pun telah usai sebenarnya. Menang dan kalah sudah tau siapa orangnya. Lalu mengapa lagi media-media masih menjagokan jagoannya dan menjatuhkan yang lainnya. Kemanakah arah media sebenarnya? Media harusnya menjadi salah satu alat pemersatu dan mencerdaskan bangsa, ini malah membuat gerah suasana dan memecah belah. Urusan politik itu biarlah diurus oleh orang-orang politik disana. Kita cukup mengawal kinerja, mendukung, mengkritisi, dan mengingatkan mereka tanpa keberpihakan yang mengada-ada.

Sudahlah, kami rakyat ini hanya meminta realisasi janji-janji semasa jualan politiknya. Yang kami butuh hanya rasa aman dari lapar, kelangkaan bahan bakar, kejahatan, penyakit, kebodohan, dan bencana. Hidup sederhana saja bagi kami sudah Alhamdulillah, tak perlu bermewah-mewah seperti mereka yang ada di sana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s