Bakti

Orang tua, anak sepuluh semua bisa diurus. Anak, orang tua satu tak bisa mereka mengurus (Kata Orang tua)

Bagi kita hari ini, orang tua kadang tak jadi bagian terpenting lagi barang kali. Karena kita telah bisa mandiri, sudah punya orang tempat berbagi, punya keluarga, anak-anak yang harus diurus setiap harinya. Saking mandirinya kita, bahkan hal-hal yang kita alami tak lagi boleh orang tua tahu. Apa-apa selalu kita seperti menjaga rahasia dan jarak dengan mereka.

Orang tua kita hari ini, memang jauh berbeda dari masa jayanya. Tangan beliau yang sudah lemah, mata sudah lelah, ingatan sudah payah. Karena itulah kita harus menjaganya, menjaga perasaan beliau terutama. Benar mereka begitu sensitif di masa senjanya, malah mungkin menimbulkan ketidak senangan di hati, jengkel dan segala hal yang sejenis lainnya. Namun ketika perasaan itu timbul, cepatlah kembali..

Kasihanilah orang tua kita, jangan biarkan mereka sendiri.. Jika mereka hidup berkekurangan, pernahkah kita berpikir dari mana mereka mendapat makananan, dari mana mereka dapat uang untuk itu sedang mereka telah renta untuk bekerja. Siapa yang akan mencucikan pakaian-pakaian mereka, bagai mana mereka bisa bersih jika sabun untuk mandi pun mereka tak punya.. Kasihanilah mereka, sayangilah.. Kita marah jika mereka berpakaian tidak rapi, tidak bersih ke luar rumah, malu kita jika tahu mereka sampai meminta-minta karena ketiadaan mereka, tapi kita tak malu kalau itu semua adalah karena ketidak pedulian kita.

Menjadi berbakti memang tak mudah, seperti apapun yang kita kira kita telah berbakti tak akan pernah cukup untuk membalas jasa mereka. Ketika Umar radiyallahu ditanya oleh seorang lelaki mengenai sudah cukupkah bakti yang dia lakukan untuk membalas jasa ibunya; merawat ibunya yang lumpuh, menyuapi, memandikan, menggendong, membersihkan, mewudhuinya setiap shalat lima waktu dan hal lainnya, maka Umar pun menjawab tidak. Orang tua mu merawatmu sembari berharap kehidupanmu sedangkan engkau merawatnya sembari berharap kematiannya.. Begitulah.

Berbakti itu memang sulit, ada banyak tantangan bagi kita. Tapi kenapa tidak kita coba..dari hal-hal kecil yang kita bisa, dari hal-hal biasa yang sederhana. Melembutkan dan melapangkan hati memang sulit, tapi kenapa kita tak mengusahakannya, kenapa kita tidak pernah berdoa agar diberikan kelembutan itu terhadap orang tua kita.  Hanya karena kita telah dewasa, punya kehidupan sendiri, dan  merasa tidak perlu apa-apa lagi untuk bergantung pada mereka, maka kita tak lagi mengingat mereka. Ingatlah mereka adalah orang tua kita, yang memberikan setiap kasih sayang dan segenap hidup untuk kita anak-anaknya.

Berdoalah.. semoga kita diberi kelapangan hati itu, agar mereka tak tersia-sia di masa tuanya. Agar mereka tak berkata “orang tua, anak sepuluh bisa mengurusnya, tapi anak, orang tua satu tak mau mereka mengurus” jika kita merenungkan benar kata-kata itu, sungguh sebenarnya tanggung jawab sebagai anak yang tidak ada pada kita, kasih sayang yang pudar terhadap mereka. Terkadang bahkan kita bisa mengatakan bahwa bukan kita sendiri yang punya orang tua. Jika kita yang sudah berkata seperti itu, kemungkinan saudara-saudara kita, anak-anak orang tua kita yang lainnya mungkin tak jauh beda ucapannya dengan kita.  Jika sudah seperti itu bagai mana nasib mereka? orang tua kita!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s