Inilah yang harus diperhatikan pebisnis Barber shop

images (1).jpg

Sebagai pelanggan jasa barber shop yang tiap bulannya mengantar keponakan saya untuk memangkas rambut ini lah beberapa hal yang menjadi perhatian saya sebagai pelanggan. Semoga bermanfaat bagi pemilik usaha yang kebetulan berkunjung ke blognya saya.
Bisnis barber shop adalah salah satu bisnis yang banyak dilakoni oleh orang-orang. Hal ini setidaknya terbukti dengan banyaknya barber shop yang baru buka di kota saya (maksa ya, hehe). Secara hitung-hitungan bukankah barber shop itu adalah bisnis yang gak ada matinya, sebab minimal setiap bulan rambut laki-laki sudah mulai panjang (pengalaman keponakan saya nih).
Nah, apa saja yang menjadi perhatian saya ketika memilih tempat pangkas rambut. Pertama adalah kebersihan tempat. Setiap kali mencari tempat untuk berpangkas yang saya lihat adalah apakah di lantainya banyak rambut atau tidak. Sebab, geli juga melihat banyak rambut bertebaran di lantai. Sebisa mungkin sempatkanlah membersihkan rambut dari orang-orang yang telah selesai di pangkas. Sapu, dan gunakan serokan, jadi menyapunya gak perlu dari ujung ke ujung, cukup di sekitar tempat berpangkas. Dengan cara seperti ini tidaklah memakan waktu yang lama. Saya pernah menemukan pemilik barber shop yang seperti ini di tempat dulu saya menetap.
Kedua, perhatikanlah peralatan yang diguanakan untuk memangkas. Seperti siletnya, masih tajam atau tidak. Kalau tidak tajam tentu akan menyakiti kepala empunya rambut. Pernah waktu itu kejadiannya keponakan saya memotong rambut, dan mengalami hal ini. Baru saja keluar dari sana dia bilang apa coba? Ya tak salah lagi, besok-besok jangan potong rambut di sana lagi.
Ketiga, pangkaslah rambut pemakai jasa kita dengan rapi. Bukankah berkerja memotong rambut adalah seni. Meskipun yang memoting rambut adalah anak – anak. Karena meski anak-anak mereka tahu mana yang rapi dan mana yang tidak, juga yang melihat rambutnya setelah berpangkas adalah orang tua mereka atau keluarga mereka. Tentu mereka selalu menilai. Pengalaman lagi nih, saya selalu lihatin bagaimana orang itu memangkas rambut keponakan saya dari awal sampai akhir, dan ketika di rumah neneknya selalu bertanya “dimana mangkas rambut, kok gak rata, atau rapi potong rambutnya”.
Keempat, usahakanlah jangan menjawab panggilan telpon ketika sedang bekerja memangkas rambut. Saya paling sebal dengan orang yang seperti ini. Dia lagi mangkas rambut, handphonenya berdering dan dihentikan kerjaannya yang lagi mengolah rambut orang. Walaupun kerjaannya pasti dilanjutkan lagi tapi… itu nilai minus dari para pelanggannya untuknya. Toh, kalau ada panggilan penting sekali, sedapat mungkin dipersingkat atau bagai mana cara kita menyiasatinyalah.
Kelima, ada nilai plus yang menjadikan barbershop kita istimewa misalnya dengan memijit kepala atau pundak orang yang mangkas rambut di tempat kita, gak perlu lama, cukup sebentar saja, 3 atau 5 menit jadilah. Untuk hal-hal yang lain, mungkin itu sesuai kemampuan kita, apakah pakai AC atau ada koran atau apalah. Terpenting sekali menurut saya adalah ke 4 hal di atas.

Advertisements

One comment

  1. Rata rata tempat pangkas rambut yg saya kunjungi rambut di lantai ny berserakan… Tapi saya pribadi skrg punya tempat langganan krn selain potong rambut juga dipijit gratis setelah potong rambut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s