Lupa yang tak lagi alamiah

download.jpg

Ada banyak hal yang membuat kita harus bekerja ekstra dan menghabiskan waktu melebihi yang seharusnya kita butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan itu sendiri. Dalam hal apa saja tidak jarang hal ini terjadi. Memasak misalnya, bagi yang masih memakai kompor berbahan bakar minyak, maka pekerjaan mencari korek api adalah hal yang lebih lama dari pada memasak itu sendiri. Mencari pisau lebih lama dari pada waktu yang dibutukan untuk mengiris bawang bombai, bawang putih, dan seledri. Apalagi mencari file, bisa lebih lama dari pada menulisi file itu sendiri. Mencari kunci kendaraan lebih lama dari waktu ke tempat tujuan. Jika anda pernah mengalaminya selamat, karena anda tak sendiri, hehe. Bedanya ada yang kemudian menyadari berapa lama waktu yang disia-siakan karena mencari, ada juga yang menjalaninya sebagai hal yang alamiah terjadi.

Pekerjaan sekecil apapun tetap harus ada teori. Begitu suatu hari kata ibu saya. Teori disini bukan seperti hal yang biasa kita maknai tapi lebih kepada seni, cara, atau apalah namanya barang kali. Maka saya menemukan perkataan itu dalam pekerjaan mencari yang menghabiskan waktu ini. Bahwa jika kita tidak mengatur sesuatu secara rinci maka hal-hal akan menjadi rumit sendiri jika kita tergesa dan amat memerlukannya. Karena itu ilustrasinya tadi maka, hal-hal remeh temeh, seperti korek api, pisau, file dan kunci adalah hal yang harus diperhatikan letaknya. File tidak akan bertemu jika kita terbiasa membuatnya dengan identitas yang tidak jelas seperti hanya dengan kata proposal, tapi gak tau proposal apa, apalagi dengan identitas A saja atau B tanpa kita memilki makna khusus disana. Korek api dan pisau gak akan ditemukan di dapur jika kita meletakkannya di kamar mandi. Kunci gak akan kita temukan tergantung di dinding ruangan jika kita meletakkanya di atas kursi.

Karenanya lupa itu tak selamanya alamiah. Kita yang melupakan diri agar tetap mengingat hal-hal yang sebetulnya kita masih bisa mengingatnya. Ya jelas kita susah mengingat jika kita meletakkan sesuatu di sembarang tempat kan?

Advertisements

20 comments

  1. Waduh..betul Mbak..gegara taruh kunci nggak pake konsentrasi..sampai sekarang kunci pintu belakang di rumah hilaaang! Sudah sebulan saya cari kesana-sini..Sambil nyesel panjang lebar..teledor amat jadi orang …

    Memang lupa banyakan karena kita tak mau mengingat sebelumnya benda ini kita letakkan dimana. Malah seringkali umur yang kita jadikan alasan bahwa kita menua hingga jadi pelua hahaha:D

  2. thank safni, udah ngingatkan.. sebagai makhluk yang multitasking memang sering lupa, lupa narok potong kuku dimana, ntr pas hari senin anak-anak pada heboh minta di potongin kuku, trus yg paling sering lupa itu narok kaos kaki dan mansett .. ampun pas nak pergi heboh satu rumah nyari kaos kaki.. mungkin karena jarang keluar rumahh.. pokoknya udah emak emak ini ruwet lah urusannya

  3. Waahhh…kalo saya sebel banget dengan hal yang beginian. Kalo ada yang pake barang dan nggak dikembalikan. Pas mo pake barangnya nggak ada, bisa ngamuk saya.😀

  4. Saya pelupa banget mbak
    Terutama mengingat orang
    Duuh maaf ya maaf
    Nggak bermaksud kok
    Sueerr
    Kalau barang, suami sering ngingetin sih, biasakan taruh di tempatnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s