Menikah Bukan sekedar mengubah status

IMG0652A

Dalam kewajaran, galaunya seseorang yang belum menikah di usia yang cukup matang adalah hal biasa. Bagaimana akan mengatakannya berlebihan jika itu adalah sesuatu yang merupakan siklus hidup semua orang, proses hidup yang dialami setiap manusia dewasa, dan jangan lupa itu adalah perintah agama. Jika ada yang menganggapnya berlebihan itu karena sikap sebagian orang yang barangkali juga berlebihan menyikapi status dirinya yang belum berubah.

Tapi menikah adalah bukan perkara mengubah status atau juga bahan untuk menyetatus tentang bahagianya menikah (untuk yang ini ada tulisannya tersendiri insya Allah). Bukan, bukan. Bukan itu. Sayang jika kesabaran dan ikhtiar-ikhtiar untuk mendapatkan jodoh yang sesuai norma dan nilai yang kita punya dan berlaku umum di masyarakat kita, berkelakuan baik dan taat agama harus dikorbankan karena tidak sabarnya kita menunggu ketetapan Allah dan membuat kita bilang ayok aja kepada siapapun yang datang. Sayang jika kita menikah hanya terburu untuk mengubah status, juga agar memberi jawaban yang melegakan ketika kita menjawabnya.

What? Jodoh sesuai norma dan berlaku umum di masyarakat kita? Iya.. bukan kah memang begitu coba engkau tanyakan kepada para orang tua tentang kriteria pasangan untuk anaknya. Baik (penyayang, bertanggung jawab dan lainya), taat agama (Sholat, tidak berjudi, mabuk-mabukan) syukur-syukur jika berada, dan berupa pula. Jika ada yang berlaku lain itu tandanya nilai di masyarakat kita yang sudah berubah. Padahal tahukah ada juga yang akhirnya merasa salah pilih ketika terburu menikah dengan alasan status. Begitu suatu hari kakak sepupu saya pernah bercerita. Meski kita menimbang umur, tapi lihat-lihat juga calonnya, jangan hanya sekedar untuk mengubah status dek, begitu nasehat beliau. Bersambung…

Advertisements

14 comments

  1. benar syaf, jangan hanya gara-gara mengingat umur, lantas membuat kita memilih siapa saja yang datang tanpa mempertimbangkan baik buruknya.. tapi jangan pula terlalu banyak pertimbangan. tetap istikharah adalah sebuah langkah dalam bentuk ikhtiar. Menikah itu bukan menyelesaikan status, namun malah adalah langkah untuk memasuki kehidupan baru yaitu kehidupan berumah tangga, maka bijaklah memilih pendamping hidup

  2. Sebelum jodoh datang, meningkatkan kualitas diri yang lebih utama. Tidak adil juga bila menginginkan jodoh dengan kualitas terbaik sementara kita juga belum baik…saya pernah baca kalimat ini, bener juga ya?😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s