Anak anak juga bisa menyelesaikan masalah sendiri

 

 

 

IMG_20170925_224009

IMG_20170925_223933

Ternyata beginilah cara anak2 menyelesaikan masalah.. berbeda tingkat umur berbeda juga cara menyelesaikan masalahnya. Ini adalah surat anak kelas 3. Lihat pertanyaan pertama. Pada intinya itulah yang jadi masalah bagi mereka. Yang alasannya ada di pertanyaan no 2,3 dan 4. Beda dengan anak kelas1 dan kelas 2 yang kalau ada kawan yang tidak berteman dengannya akan mengadu bahkan sambil nangis “ustadzah, si dia gak kawan kami…” sampai kita menjawab dan meyakinkan bahwa temannya itu berteman dengannya baru lah mereka lega.

Membaca surat itu aku jadi senyum senyum sendiri dan berpikir betapa bijaknya anak-anak yang orang dewasa belum tentu sebijak ini. Namun satu hal yang pasti, yang saya baru tahu hari ini adalah bahwa anak-anak juga punya cara mereka sendiri untuk menyelesaikan masalah-masalah mereka. Itulah mungkin sebabnya mengapa setelah berkelahi besar-besaran pun anak-anak akan menjadi teman kembali tak peduli betapa marahnya orang tua mereka atau betapa orang tua mereka juga ikutan berkelahi gara-gara mereka. Jadi untuk orang tua kalau anak-anak berkelahi dengan temannya jangan sampai juga tersulut emosi karena mereka akan rukun kembali.

Baru-baru ini ketika ngajar di TPQ ada anak yang nangis sejadi jadinya… karena baru datang, mendengar dan melihatnya seperti itu saya jadi panik sendiri. Tanya punya tanya sebab dia menangis karena mulutnya dicekau (dicakar) temannya sampai berdarah. Lalu saya marah ke anak yang melakukan hal tersebut. Terasa, dengan senggukan tangis anak yang dicekau ini seolah dia gak akan pernah main lagi dengan kawan yang mencekaunya. Tau kah anda, selang beberapa waktu setelah itu eh mereka udah berkawan lagi, sepertinya udah lupa dengan mulut yang berdarah tadi.

Begitulah dunia anak-anak. Karenanya pada hal-hal yang sifatnya seperti itu harusnya kita gak perlu terlalu ikut campur. Karena kalau ikut campur hal lain yang akan terjadi.

Anak- anak dengan kepolosannya punya cara sendiri menyelesaikan masalah mereka, dengan bahasa mereka.. tapi yang jelas tetap harus didampingi. Sehingga kita tau kapan harus melibatkan diri atau hanya sekedar cukup tahu saja..

(Oh ya Mike itu artinya kamu)

Advertisements

5 comments

  1. Selalu rindu masa anak-anak ketika pertengkaran tak pernah dibawa beban. Diselesaikan dengan kawan..sudah, kembali berteman..
    Sementara kita orang dewasa, jangankan maaf, menyapa duluan saja jengah rasanya..merasa diri selalu benar dan orang lain yang salah..
    Aah, sharusnya kita belajar lagi dari anak-anak cara menyelesaikan masalah..Karena sepertinya pikiran mereka yang lebih dewasa 🙂

  2. Bener mba, anak-anak itu mudah berantem dan mudah lagi baikannya. Begitulah anak-anak. Kayaknya kita sebgai orang dewasa perlu belajar dari mereka betapa mereka mudah sekali memaafkan temannnya hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s