Apakah setiap orang bekerja mencintai pekerjaannya

Apakah setiap orang yang bekerja mencintai pekerjaannya dan punya passion di dalamnya. Sebagian mungkin iya, lebih banyak lagi yang tidak. Hanya alasan untuk bertahan hidup sebagai satu-satunya alasan untuk menjalani rutinitas yang tidak disukai itu. Seperti itupun dengan saya. Butuh 8 tahun bagi saya untuk mencintai pekerjaan saya. Itu setelah berbagai cobaan datang. Awal mula ngajar di SMA, terus sempat juga nutor di UT, lalu karena ingin ke pusat pemerintahan kabupaten saya pindah ke SMP, setelah itu dirolling ke SD, itu membuat saya benar benar tambah tak menyukai pekerjaan ini. Itu sempat membuat saya berhenti mengajar. Selama berhenti mengajar itu. Pagi-pagi yang biasanya sudah siap pergi sekolah, menjadi hampa dan menyesakkan dada. Tak ada yang saya lakukan kecuali pergi ke perpustakaan daerah, meminjam buku motivasi diri untuk menjaga kewarasan saya atau sekedar browsing info mencoba peruntungan yang lain.

Namun, lagi-lagi karena butuh seminggu berhenti saya masuk mengajar lagi. Saran saya jika engkau ingin tahu rasanya bagaimanakah pekerjaanmu sesungguhnya maka berhentilah bekerja dan berleha-lehalah.

Tapi siapalah menyangka saya yang tak terbiasa dengan keributan-keributan yang tadinya itulah salah satu alasan saya berhenti kemudian menjadi berdamai dengan keributan-keributan itu, berdamai ketika melihat anak-anak ada yang manjat meja, berlarian, hiruk pikuk sini-sana. Pada akhirnya saya bisa berdamai dengan semuanya. Melihat kepolosan anak-anak, tingkah laku mereka, manja-manja mereka, kelucuan mereka, canda-canda mereka, cerita-cerita mereka. Membayangkan 10 atau 20 tahun ke depan inilah generasi indonesia.

Lalu apakah serta saya mencintai pekerjaan saya?Tidak. Banyak juga kadang sebelnya, namanya dunia kerja. Tapi lagi-lagi kepolosan anak-anak dan keunikan masing-masing mereka membuat saya belajar mencinta. Meski butuh waktu yang lama. Tapi inilah pekerjaan yang saya tak ragu lagi menyebutkannya.

Buat mu yang gak suka dengan pekerjaanmu sebaiknya lakukanlah pekerjaan yang kamu suka. Tapi buatmu yang gak suka dengan pekerjaan mu tapi kamu tetap harus berada pada pekerjaan itu belajarlah menerima, ya itulah pekerjaan kita. Menerima, kunci untuk belajar mencinta. Jika belum bisa mencinta lakukanlah pekerjaan yang disuka ketika engkau berada di luar pekerjaanmu. Yang pasti suka atau tidak suka tanggung jawab tetap utama.

Advertisements

25 comments

  1. Iya ya bun. Bersyukur sekali jika kita bisa bekerja sesuai dengan passion kita. Klo nggak, bisa sempet ngebatin juga seperti cerita bunda. Cuma apapun profesi yg kita pilih baik itu suka atau pun tidak. Tetap membuat kita harus bertanggungjawab dengan pilihan kita ya 😃

  2. Yang paling asyik itu, bekerja di bidang yang kita sukai.
    Tapi kalau seandainya kita mendapatkan pekerjaan bukan di bidang yang disukai, memang harus berusaha untuk belajar menikmatinya dan kemudian mencintainya ya…

  3. Wow.. Terkesima sam tulisannya mbak Syafni nih. Tapi setuju banget dg apa yg dituliskan, kerja kebanyakan bukan passion memang. Hanya sebuah kewajiban agar bs bertahan hidup. Hehehe

  4. ya dan tidak. banyak yg hal yg membuat sy mencintai pekerjaan saya, tp banyak faktor x yg membuat saya ingin segera pensiun dini. tp sejauh ini sy mencoba berdamai dg menjauh dari faktor x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s