Mencuri Tulang Kawan

images.png
sumber gambar pixabay

Mencuri tulang kawan, begitu kata seorang teman. Saya tau persis apa yang dimaksudnya dengan perkataan tersebut. Seperti tidak ada lagi yang mau “dicuri” dari teman sendiri.

Tau kah anda, ternyata banyak yang berlaku seperti ini. Mungkin disadari, tapi tak empati. Mencuri tulang kawan, membiarkan kawan mengerjakan apa yang seharusnya menjadi kewajiban diri. Lalu pura-pura lupa, amnesia, pikun dengan tanggung jawab yang harusnya kita yang embani.

Taukah anda. Jika seseorang sudah berbicara dengan ucapan seperti itu, berarti dia sudah jera melihat ke sok tak tahuan kita akan kerja-kerja. Tidakkah engkau memahami jika yang engkau curi tulangnya itu juga punya lelah, sama dengan mu juga.

Lebih aneh lagi ada yang bersyukur sekali ketika tugas yang harusnya dia yang lakoni telah selesai, temannya yang menyelesaikan. Padahal butuh tenaga mengerjakan suatu tugas, butuh pikiran untuk menyiapkannya dan tak mudah. Lalu tidakkah kita berpikir bahwa kita telah zhalim pada kawan sendiri…

 

 

Advertisements

14 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s