Cara Klaim Kacamata BPJS

IMG_20171022_105331

Bisakah kita klaim BPJS untuk kacamata? Jawabannya bisa. Berapa besar klaim BPJS untuk benda yang kita butuhkan ini? Tergantung kelasnya… Lebih jelas nya yuk disimak…

1. Pastikan kamu telah meminta rujukan dari faskes pertama untuk di rujuk ke Rumah Sakit buat diperiksa matanya. Nanti dokternya akan periksa, nyaranin ini itu untuk kesehatan mata, terus membuatkan resep kaca mata untuk mu dan memberi surat keterangan bahwa kamu memang benar pengguna BPJS untuk ditunjukan ke optik yang menerima BPJS di daerah kamu.

2. Setelah mengantongi surat resep dan keterangan dari Rumah Sakit, silahkan pilih optik yang kamu suka, berikan suratnya, lihatkan kartu BPJS asli dan kasih fotocopinya. Orang optik akan menjelaskan kepadamu berapa yang akan ditanggung oleh BPJS sesuai kelas BPJS nya. Kalau kelas BPJS kamu kelas 1 maka akan ditanggung biaya oleh BPJS sebesar RP. 300.000, BPJS kelas 2 RP. 200.000 sedang kelas 3 sebesar RP. 150.000. Jadi gak full ditanggung BPJS

3. Pilihlah kaca mata yang kamu suka, lihat harganya dan potong dengan tanggungan BPJS mu. Kalau harganya RP. 550.000 untuk frame, termasuk lensa kaca mata standar, maka kamu perlu nambah RP. 250.000 lagi, jika kamu pemilik BPJS kelas 1.

4. Kalau kamu gak mau ngeluarin uang segitu, maunya BPJS only..minta lensanya aja, tapi frame nya sediakan sendiri. Lensa kaca mata standar ada di sekitaran harga lebih kurang 200 sampai 300 (tiap tempat beda pastinya). Biasanya sih orang optiknya agak keberatan kalau begitu.. sebab gak ada uang cash dari kita. Tapi, tergantung lobynya kita sih ke orang optiknya, kadang dari pada dari pada mereka ngasih tawaran untuk lensa yang lebih bagus, jadi kita nambah juga 50 atau 100 an atau lebih. Setelah selesai milih-milih dan lobi-lobi nya, maka kamu akan diminta membubuhkan nama, tanda tangan di daftar pembeli kaca mata pakai BPJS, semacam bukti gitulah. Semoga bermanfaat..

Advertisements

12 comments

  1. Alhamdulilah kalau kacamata termasuk yang ditanggung BPJS meski tidah sepenuhnya. Kalau di asuransi kesehatan kantor suami juga begitu Mbak, hampir sama prosesnya. Cuma kita bayar semua dulu biayanya, baru semua dokumen terlampir diajukan ke kantor, dan ada penggantian sebesar prosentase yang ada di peraturan.

    Terima kasih sudah berbagi info Mbak Syafni:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s