Sepanjang jalan kebersamaan

IMG_20170923_174749

Sepanjang jalan kebersamaan, sebelum ia jadi sepanjang jalan kenangan

Setiap kali membonceng gadis kecil yang umurnya baru 6 tahun di setiap Jumat dan Sabtu untuk les di rumah. Maka ada-ada saja yang akan didengar darinya, kalau dia tidak main dengan kakaknya di boncengan, maka pasti kelahi mempertahankan pendapat masing-masing. Lalu “iya kan ustadzah” “tidak ustadzah” “kakak tu ustadzah”. (”ustadzah”, hanya penyeragaman panggilan di sekolah, bukan karena memang ustadzah ya…)

Dari cerita-ceritanya dan pertanyaan-pertanyaanya sepanjang jalan, ada yang spesial, yang ditanyakan gadis cilik ini, jika kami terkadang pulang melewati perkuburan, saya gak akan menyampaikan kuburan apa. Mereka ini lagi disiksa kan ustadzah… begitu bunyi pertanyaanya. Lalu dengan cepat saya menanyakan kembali pertanyaan yang diajukannya itu. “Kenapa begitu?” Bla Bla Bla panjang lebar gadis cilik ini mengungkapkan. Lalu bergidik ngeri saya mendengar ucapannya kemudian, di dunia disiksa apalagi di akhirat…

Selihai ini gadis kecil ini menjelaskan dengan nada yang mantap, dan ekspresi serius yang dapat saya tangkap dari kaca spion. Sekecil ini sudah tahu hitam putih. Pun dengan mendengar keterangan-ketrangan yang disampaikan kakaknya.  Terbayang bagaimana orang tua mereka mengasuh dan menanamkan agama pada mereka.

Suatu kali pernah lagi dia bertanya, karena di halaman rumah ada 2 ekor angsa tetangga yang sering main, maka pas saat Zuhur berkumandang lalu dia bertanya, kenapa bebek tidak sholat ustadzah.. dia manggilnya bebek bukan angsa. Bebek kan gak punya akal pikiran, bebek itu shalat hanya kita gak tau cara bebeknya sholat. Dan tara…lalu apa jawabnya? Kalau begitu dia mau jadi bebek aja. Tepuk jidat saya dibuatnya.

Bagi saya cerita-cerita ini seperti teguran-teguran yang disampaikan lewat lisan anak kecil. Seperti sebuah refleksi bagaimana harusnya ke depan. Juga sebagai ingatan-ingatan yang akan tetap lekat dalam. Jika kita lewat jalan itu lagi apa yang akan engkau sampaikan lagi gadis kecil? Atau apa lagi yang akan engkau ceritakan dan tanyakan sepanjang jalan???

 

 

Advertisements

9 comments

  1. Saya jawab ya bun dari pertanyaan gadis kecil itu. Walaupun bebek ga sholat tpi dia bertasbih pada Allah. Sprti ikan brtasbih dengan cara brenang, burung terbang, angin dng cra brtiup. Smua ciptaan Allah bertasbih pdaNya. Hanya manusia yg dbrikn pilihan, mau taat atau tdk padaNya 😃

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s