Untuk pengusaha bengkel wajib perhatikan hal ini

Usaha perbengkelan adalah salah satu usaha yang banyak berkembang saat ini, dimana-mana di pinggir jalan selalu ada bengkel. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan kendaraan bermotor itu sendiri. Ada yang menawarkan lengkap jasa service, ganti oli dan berbagai macam kebutuhan lain, atau hanya sekedar tambal ban, service ringan dan isi angin saja. Yang pasti usaha bengkel telah menjadi alternatif sumber penghasilan yang banyak digemari.

Di antara bengkel yang ada, ada yang masih mencari-cari pelanggan, karena mungkin baru buka. Nah untuk yang masih mencari dan mempertahankan pelanggan ini ada sedikit tips yang bisa dicoba, dari saya pengalaman sebagai pelanggan tentang kenapa bisa memutuskan untuk berlangganan, semoga bermanfaat.

1. Apapun usahanya pelayanan adalah hal yang sangat penting, karena pelayanan itu intinya adalah kepuasan. Kepuasan seperti apa yang kira-kira dapat merebut hati pengguna jasa service?. Ketika saya memutuskan berlangganan di suatu bengkel yang saya pentingkan adalah pelayanannya. Masalah-masalah yang kita keluhkan akan diusahakan solusinya, meski remeh temeh sekalipun. Karena tak jarang ada bengkel yang tidak berkenan menyikapi atau membaiki hal yang sifatnya ringan saja. Ini saya pernah mengalaminya. Dan di bengkel pilihan saya (setelah ke bengkel-bengkel lain sebelumnya) hal-hal seperti itu diakomodir dengan baik, meskipun bengkelnya bukanlah bengkel yang gagah, kokoh, hanya bengkel biasa yang suatu saat plafonnya bisa jebol karena banyaknya peralatan bengkel yang bergelantungan di plafon yang sudah tua itu, cuma teras untuk praktek perbengkelannya saja yang kokoh.

2. Ada hal-hal kecil istimewa yang harus dipunya oleh setiap bengkel. Kalau di bengkel ini istimewanya adalah setiap selesai kebutuhan kita maka kendaraan kita akan dikeluarkan oleh pemilik bengkel dan ditanyain kita arahnya mau kemana. Kecil memang namun itu sungguh melekat di hati. Terus setiap kita ganti oli misalnya pasti akan dicek kondisi ban kita, kalau dirasanya perlu, ditambahnya angin tanpa kita minta dan tanpa tambahan fee-nya. Terus rem kita juga diceknya, kalau perlu dikencangkan akan dikencangkannya. Kalau sudah selesai pasti akan ditanyakannya “ada lagi?” .

3. Tahu kebiasaan. Sebanyak apapun pelanggan kita, sebaiknya apa kebiasaan pelanggan kita harus kita ambil tahu. Dalam hal ini merk oli misalnya. Kalau kita datang untuk ganti oli maka orang nya sudah tahu tuh, ooh kalau orang ini oli nya merk ini. Itu menandakan pebengkelnya perhatian dengan pelanggan, jadi pelanggannya sudah tak perlu menerang-nerangkan lagi.

images (18)4. Apapun adanya bengkel kita, yang paling penting itu adalah menjaga hati, menyenangkan hati pelanggan. Apapun adanya bengkel kita, yakinlah tidak semua orang juga yang suka dengan bengkel resmi yang tertutup dalam mengolah, karena proses pengerjaannya di dalam. Kalau saya adalah orang yang lebih suka orang mengerjakan service kendaraan yang nampak dengan mata saya apa yang dikerjakannya itu, dan tak sekedip matapun saya akan berpaling melihat apa yang dikerjakannya, terserah orang bengkelnya mungkin mau GR atau gimana, yang jelas saya tidak memerhatikan orangnya tapi saya memerhatikan kerjanya. Hehehe.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s