Mereka Telah Pergi

 

cropped-rain_1_1920_x_1200__04_2.jpg
sumber gambar google

Mereka telah pergi. Termangu dalam ketidak mengertian mereka tentang dunia. Sekecil itu, harus menanggung beban kehilangan yang merenyuh hati. Tak beribu tak berbapa, yang suatu saat pasti menyesal telah meninggalkan dua seiras ini. Tapi apalah yang dimengerti oleh bocah kecil itu? Dan sekarang satu hal yang tidak dimengerti terjadi lagi.

Mereka telah pergi, yang pernah ku ceritakan juga disini https://syafnihanifah.wordpress.com/2017/09/15/anak-spesial/ karena kespesialan mereka belum lagi terakomodir di tempat ini, karena kespesialan yang belum banyak dimengerti termasuk aku ini. Bagaimanakah di tempat baru? Tak ingin ku bayangkan perasaan kalian… Sebab tak bisa ku tepis juga perasaan ini.

Tak ada lagi duo kembar yang berlari di sepanjang koridor, yang membuat aku takjub dan senyum sendiri.
Tak ada orang yang sama yang berjalan dengan kaki yang berhimpitan, satu sebagai alas satunya lagi sebagai kaki layaknya permainan bakiak. Yang aku khawatirkan kalau jatuh. Tak ku temukan juga mereka berada di kantor bermain dengan kucing, kucing yang selalu setia dan sedia menunggu anak-anak mengganggunya. Juga tak ku lihat di barisan ketika berbaris. Tak ku jumpai di tempat duduknya. Kosong, benar-benar kosong.

Hanya ada ingatan pada bangku kosong itu. Melihatnya asyik dengan dunia sendiri, tidur dan berada di bawah meja sambil isap jari sepanjang hari. Tertegun, mengingatnya berlari yang ternyata membantu mengambilkan buku temannya yang jatuh, spontanius tanpa ragu, lalu juga berlari lagi ke tempat duduknya ketika telah membantu tanpa ingin dipuji atau ingin ucapan terimakasih. Teringat pula hari-hari terakhir di kelas salah satunya. Berusaha keras menulis catatan, ikut bergabung dengan yang lain duduk melantai, menyalin kalimat-kalimat rumit yang ada di papan tulis. Itu baginya rumit sekali, begitu ekspresinya ketika aku melihat dan menanyai.

Ah, ingatan itu… Aku berlebihan, iya mungkin dan memang. Seolah hanya aku yang punya rasa-rasa. Seolah hanya aku. Dimana pun berada duo seiras yang aku sayangi dengan caraku, semoga itu adalah tempat yang terbaik yang Allah berikan untuk kalian. Apapun itu, semoga kelak, ada kemajuan yang Allah anugerah kan untuk kalian…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s