Episode Hiking 1; Dari sini Korea serasa dekat saja

CollageMaker_20180210_210936571.jpg

Episode Hiking 1 (insya Allah ada seri tulisanya)

Sabtu 10 Februari 2018.
Ini adalah lokasi jelajah pramuka  siaga  kami, SDIT Cendekia Karimun, tepi darat pantai Pelawan, desa Pangke, Kabupaten Karimun kepulauan Riau. Di episode 1 hiking ini saya hendak bercerita tentang tempatnya dulu.

Pohon-pohon hijau tinggi kokoh, rindang cabang-cabangnya memiring ke bawah, laksana rangkulan lengan, menguatkan dan meneduhkan. Jalanan setapak, daun-daun yang Allah tau berapa jumlahnya, dan tau kapan jatuhnya, berserakan, menguning, mengering kecoklatan, kembali ia ke bumi, setelah langit jadi anjungannya, hancur, remah, menjadi humus tanah. Tanah liat, tempat anak-anak merayap di bawah tali temali, tanah liat yang adalah asal kita.
Bukan sembarang Allah mencipta sebagai pijakan bagi manusia, kendaraannya, perabotannya
dan makhluk lainnya agar manusia tidak lupa, itu tanah yang engkau injak itu adalah asalmu, juga diinjak oleh makhluk lainnya. Agaknya itulah kenapa Allah melebihkan kita di hati, perasaan dan akalnya agar jadi pembeda.

Jalan setapak tepi kirinya (kalau kita lewat dari belakang) adalah hutan, pembukanya adalah tumbuhan-tumbuhan tracheophyta, alias tumbuhan paku yang jenisnya ada 9K berdasarkan hasil mesin pencari google. Paku yang 9000 jenis itu dua diantaranya mengingatkan saya dengan masakan Padang, Lontong Gulai Paku, hm meski yang saya suka hanya kuahnya saja. Sebab manalah mungkin manusia suka makan paku, kan itu onderdil bangunan, hehe. Hm gulai paku, apakah @ Oma Karlina Riauwati, ingat kampung jadinya?

Untuk ukhti Ayu Lestari, the girl who loves Korea so much.
Mimpi-mimpi ke Korea itu bukanlah mustahil adanya, moga terwujud. Coba lihat foto itu…hehe meskipun sedikit maksa, tapi beneran lho, jika saja kita jeli ada banyak tempat yang eksotis di daerah kita, di negara kita tercinta ini, dengan syarat dikelola, disolek, dan dieksplor adanya. Coba deh lihat baik-baik fotonya kita punya daun lebih seger, lebih rindang dari pada disana, cuma bedanya yang di Gyeryong san, Korea itu diolah demikian apiknya, cantik, menarik, … Hm hanya salju yang gak turun di negara kita. Ah, tidak apa, salju itu biar turun di hati kita saja… Aihh, dinginlah jadinya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s