Anak Sekolah Juga Bisa Jadi Pengusaha

kontes-blog-960x960c-rev2

Anak Sekolah Juga Bisa Jadi Pengusaha

#ralalib2bmarketplace #sumpahpemuda

            Apakah kamu seorang siswa atau pelajar? Apakah pernah terbesit di pikiran mu bahwa kamu bisa mandiri, bisa memenuhi kebutuhan mu sendiri, tanpa harus membebani orang tua dengan kebutuhan-kebutuhan sekolah mu, seperti yang biasanya selalu dilakukan oleh setiap anak yang bersekolah.  Atau barang kali kamu adalah salah satu dari sekian anak yang terancam putus sekolah karena kekurangan biaya, yang meskipun ada beasiswa tapi beasiswa hanya sebatas biaya untuk sekolah toh? Bukan untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya seperti makan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari apalagi jika ada banyak anggota yang ada dalam keluarga mu.

            Nah, bagaimana untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, bagai mana mengatasi masalah yang kamu hadapi? Pernahkah terpikir oleh mu bahwa setiap keadaan berupa kesulitan pasti melahirkan solusi dan menciptakan ide-ide baru yang tidak akan terpikirkan jika situasi ada dalam keadaan normal dan setiap pertanyaan-pertanyaan yang terasa meledak-ledak di kepala bisa terjawab dengan ide-ide yang ditimbulkan oleh pertanyaan-pertanyaan itu sendiri.

            Maka menjadi pengusaha di sekolah adalah salah satu jawabannya. Apa, anak sekolah jadi pengusaha? Ini tidak berlebihan kok, dan possible banget. Coba deh kamu pikir ada berapa warga sekolah atau orang yang ada di sekolah mu? Bisa jadi jumlahnya sampai seribuan lho! Gak percaya? Di daerah tempat saya berdomisili, di salah satu sekolah  jumlah lokalnya ada 30an  jumlah siswa di tiap lokal rata-rata berjumlah 40 siswa, kalau dikalikan nih totalnya ada seribuan lebih siswa kan? Nah jumlah yang segitu banyaknya adalah ladang empuk, sasaran bagi mu untuk berusaha. Lalu kamu pikir deh ada berapa orang siswa yang punya usaha disana yang kira-kira adalah saingan mu? Jawabannya mungkin gak ada sama sekali. Bayangkan jima kamu punya usaha kamu bisa jadi anak sekolah atau siswa yang kaya jika kamu jadi pengusaha di sekolah!

            Lalu bagaimana caranya? Gampang asal kamu mau berusaha. Yang paling gampang itu kamu menjual sesuatu atau bisa jadi kamu menjual jajanan. Kalau usaha kamu di bidang kuliner berupa jajanan (makanan) kamu  bisa membuat makanan sendiri, atau minta dibuatkan ibu mu atau yang paling gampang kamu bisa jadi reseller menjualkan makanan orang lain. Teknisnya gimana? Kamu bisa menawarkannya ke teman-teman kamu satu kelas atau ke kelas-kelas yang lain. Takut gak laku? Tenang aja, logikannya begini dengan jumlah siswa banyak dan kantin yang terbatas, maka kamu sangat punya peluang. Diantara teman-teman kamu pasti banyak yang gak suka harus mengantri dan desak-desakan di kantin. Belum tentu juga dapat beli, tapi waktu istirahatnya sudah berakhir. Dengan cara kamu langsung mendatangi mereka maka akan banyak kemungkinan kalau dagangan mu akan dibeli.

            Apakah keuntungannya menjanjikan? Menjanjikan banget malah. Coba deh kamu kalikan. Anggaplah kamu gak mau repot-repot atau gak mau merepotkan ibu mu di rumah lalu kamu jadi reseller. Harga jajanannya 1.000 dan kamu dapat untung 250 perak untuk 1 makanan yang berhasil kamu jualkan. Bayangkan, jika kamu bisa menjual 100 makanan saja maka kamu akan dapat penghasilan RP.25.000 dari mana coba akan cari uang sebanyak itu kecuali dengan menadahkan tangan pada orang tua, apalagi jika yang bisa kamu jualkan lebih dari itu. Selain penghasilan kamu juga akan dikenal dan mengenal banyak orang, itu artinya kamu akan punya banyak teman dari interaksi jual beli yang terjadi, setidak-tidaknya dari gak kenal nama, jadi kenal nama, dari gak pernah senyum ke mereka karena gak kenal  jadi saling melempar senyum.

Perlahan tapi pasti maka kamu akan jadi siswa yang pengusaha, memulai usaha di usia muda. Kamu juga bisa berkreasi dengan apa yang bisa kamu jual. Karna sekali lagi ini menjanjikan dan mudah banget. Kamu gak perlu modal untuk memulai usaha, gak perlu menyewa tempat atau segala macamnya. Yang kamu perlu hanya kemauan, dan mengorbankan sedikit waktu di jam istirahat. Jika orang lain perlu menyewa tempat, modal awal untuk memulai usaha, biaya transportasi dan sebagainya yang ditimbulkan karena usaha itu, ini kan tidak.

Tapi? Jangan tapi-tapi deh. Sekarang bukan zamannya lagi untuk gengsi-gengsian. Tidak perlu gengsi untuk sesuatu yang poistif. Gengsi itu kalau kamu hanya bisa menadahkan tangan ke orang tua, minta-minta ke keluarga. Malu? Buat apa malu? Yang kamu lakukan adalah sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang halal. Gak mau kan kalau kamu diam-diam ngambil sesuatu yang bukan hak mu ‘nyuri’ misalnya atau memalak meminta sesuatu dengan paksaan.

Takut? Takut kenapa? Takut kalau orang kantin yang notabene nya membayar ke sekolah protes ke pihak sekolah lalu kamu dipanggil terus kena marah? Jangan takut.. sekolah itu gunanya untuk merealisasi ilmu yang kamu peroleh, nah berusaha itu adalah salah satu wujud dari realisasi ilmu kamu bukan?. Apalagi dengan kurikulum 2013 sekarang yang ada mata pelajaran kewirausahaannya. Jangan takut, belum mulai saja kok sudah takut? Kamu dilindungi hukum kok, aturan pemerintah, dalam hal ini kementerian pendidikan dan kebudayaan mengenai mata pelajaran kewirausahaan dan tujuan kurikulum 2013 itu sendiri yang muara sesungguhnya pada aplikasi bukan dalam ranah teori. Malah mungkin nih kamu akan mendapat penghargaan dari sekolah, dan sekolah kamu pun juga bisa dapat penghargaan karena telah mendorong siswanya untuk mandiri dan berwirausaha. Asal kamu tau nih ya, di sekolah-sekolah tertentu usaha-usaha seperti ini bahkan diprogramkan lho, nama progamnya selling day. Ada juga sekolah yang wali kelasnya menggilirkan siswa di kelasnya untuk berwira usaha untuk melatih siswanya. Masih takut dan ragu-ragu akan keterangan tadi? Tenang karena yang menulis ini untuk kamu adalah seorang guru.

Jadi tidak ada masalah kan? Yang masalah itu kalau kamu mempermasalahkan pikiran-pikiran yang muncul dari pikiran-pikiran mu sendiri. Juga jika kamu berusahanya gak benar, contoh menipu teman-teman kamu atau beraksi ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung dan itu jelas melanggar karena mengganggu jam pelajaran, karena tugas utama kamu di sekolah adalah belajar.

Lalu apa strategi yang membuat kamu bisa tetap eksis menjadi siswa yang pengusaha? Sebab ada kalanya ‘target’, teman-teman mu bosan dengan apa yang kamu tawarkan, itu lagi-itu lagi. Nah, kamu harus siap-siap dengan berbagai ide, dan membaca berbagai peluang yang ada di depan mata, karena setiap ide itu harus dipancing dengan berbagai hal yang bisa kamu amati, seperti halnya lahirnya tulisan ini karena dorongan dari kompetisi yang diadakan oleh ralali.com “Ralali B2B Marketplace” juga sebagai sumbangsih pikiran untuk dunia pendidikan dan untuk kamu kaum muda yang akan jadi penerus bangsa ini ke depannya.

 So, sekarang kamu hanya tinggal milih karena pilihan ada di tangan mu, mau jadi siswa yang pengusaha atau siswa yang biasa-biasa aja..

Ditulis oleh Syafni Andri Yanti

Baru Meral Kab. Karimun Kep.Riau

https://www.facebook.com/yourami.hanifah

yourami_hanifah@yahoo.com

Nafas Hidup

Engkaulah nafas

ingin ku hirup dalam-dalam

agar lapang rasa dan fikir ku

biar ku resapi nyamannya tanpa beban dan keluh

Aku ingin bebas

dari hati yang terikat

aku ingin lepas

hingga tak satu jua pun untuk diingat-ingat.

Ada Pin BB atau WA

Ada Pin BB atau WA?

             Teknologi begitu cepat berkembang, itulah barang kali yang membuat zaman berubah. Kenapa demikian? Kenapa bukan karena zaman yang berubah maka teknologi berkembang?  Tidak begitu, pada dasarnya teknologilah yang merubah zaman. Dulu sewaktu saya SMA, HP yang katanya jadul saat ini, hanya bisa sms dan nelpon adalah barang mewah yang dipunyai  beberapa teman di sekolah. Beberapa tahun kemudian baru aku bisa menikmatinya, saat kuliah. Tanpa membawa benda kecil itu ada yang kurang terasa, serasa ada orang yang nelpon atau sms yang penting saja. Padahal tidak nyatanya. Serasa ada informasi yang terlewatkan, ternyata juga tidak. Malah sering aku ketinggalan mata kuliah, dan pergi kemana-mana. Ketika belum punya itu sah-sah aja rasanya kalau kemana-mana. Continue reading

Roti

Bocahlelakimemegangperutnya

Laparmenderamelilit-lilitlambungnya

Gemetaransendi-sendi

Berpeluh-peluhdinginkeringatnya

Bocahlelakiseoranglagi

Memegangperutnya

Sesakpenuh

Meledak-ledakisinya

Tersandar

Berpeluh-peluhpanaskeringatnya

Rotitigapuluhsenti

Coklatsususeratusmili

Lapis-lapiskejulimainci

habisdilahapnya

Untuk mu

Jika engkau membaca ini. ku katakan pada mu bahwa aku merindukan mu. rindu yang tersimpan dalam harap ku. Tau kah engkau, kerasnya ombak ini tlah menenggelamkan ku. tapi apalah ini, jika terus tepapar pada kelesuan hati